Peristiwa

Potensi Gempa dan Tsunami Besar di Kabupaten Malang, Ini Sebabnya

Malang (beritajatim.com) – Becana alam gempa dan gelombang tsunami skala besar berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Malang.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Malang, Musripan mengatakan bahwa, letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia menyebabkan wilayah-wilayah di dalamnya rawan diterjang gempa dan tsunami. Termasuk wilayah Kabupaten Malang.

“Pertama, kita ada Eurasia, kemudian Indo-australia, dan Pasifik. Dimana kita posisinya persis ditabrak benua Australia, kira-kira dari bibir pantai sekitar 200 sampai 300 kilometer. Disitulah pertemuan lempeng Indo-australia dan Eurasia. Pertemuan itu menimbulkan gesekan-gesekan, kalau terus setiap saat, setiap menit, setiap hari, ratusan tahun, itu kan menimbulkan energi yang cukup besar,” ujar Musripan, Rabu (18/12/2019).

Musripan juga menerangkan, lempeng merupakan suatu bidang, bukan titik. Jadi, semakin besar patahan lempeng tersebut, dampak yang ditimbulkannya juga makin luas.

“Patahan itu kan bukan titik ya, artinya bidang. Bidang itu bisa ratusan kilo. Bidang yang patah itu bisa ratusan kilo, mungkin puluhan kilo lah, kalau terjadi gempa, kekuatannya semakin besar,” bebernya.

Melihat ke belakang, Musripan menjelaskan, wilayah Kabupaten Malang sebenarnya sudah pernah mengalami dampak langsung akibat benturan lempeng tersebut pada tahun 1994. Ketika itu, gempa bumi dengan magnitudo 7,8 terjadi di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Akibat gempa tersebut, timbul gelombang tsunami yang dampaknya dirasakan hingga wilayah pesisir Kabupaten Malang.

“Terakhir itu kan 94, di Selatan Banyuwangi. Lah sampai sekarang, belum pernah lagi terjadi gempa besar. Dari situ kemudian dibuatlah kajian, kalau misalnya terjadi gempa,” Musripan mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar