Peristiwa

Posyan Lebaran Polres Gresik Jadi Jujukan Pemudik

Gresik (beritajatim.com)– Lebaran Hari kedua, pos pelayanan (Posyan) Polres Gresik yang berada di SPBU Tebaloan Duduksampeyan menjadi jujukan para pemudik.

Selama arus mudik, posyan tersebut semakin ramai dikunjungi baik itu pemudik lanjut usia (lansia) dewasa, remaja, sampai anak-anak. Mereka beristirahat dan menikmati berbagai fasilitas.

Syafuddin misalnya. Pemudik asal Bojonegoro itu berniat balik ke Sidoarjo. Dia terkesan dengan posyan di SPBU Tebaloan yang bertema Bhineka Tunggal Ika itu.

“Posyannya unik senang bisa istirahat,” ucapnya sambil rebahan di kursi pijat refleksi,” ucapnya, Kamis (6/06/2019).

Bersama keluarganya Syaifuddin melihat anak dan cucu-cucunya sedang asyik di tempat mandi bola. Fasilitas bermain itu ada di rumah adat Papua. Di sana ada polisi wanita yang menemani. Rumah adat Papua paling ramai. Di sana ada ruang refleksi, ruang bermain anak, dan ruang istirahat. Pengunjung boleh memilih lewat tiga pintu.

Rumah-rumah adat lain juga ramai. Pemudik bisa cek kesehatan di rumah adat Kalimantan. Bisa mampir ke Graha Cendekia untuk baca-baca di rumah adat Sumatera. Ada pula rumah adat Sulawesi sebagai tempat traffic management. Trmasuk, ada miniatur Tugu Monas.

Posyan Lebaran 2019 yang unik itu telah dinilai tim dari Ditlantas Polda Jatim. Tim dipimpin Kasubdit Kamsel Kompol Adhitya Panji Anom. Perwira dengan satu melati di pundak itu mengatakan, Polda Jatim dan Dinas Perhubungan Jatim sedang menilai pos pelayanan di 30 polres se-Jawa Timur.

”Posyan Satlantas Polres Gresik dengan konsep rumah adat Bhinneka Tunggal Ika ini sangat inovatif. Tahun lalu pernah meraih juara. Wajar konsep posyan tahun ini sangat luar biasa,” tutur adhitya.

Sementara itu, perwira jaga Polres Gresik, Ipda Yani mengaku total ada 17 personel yang berjaga. Kemudian, pihaknya juga menugaskan beberapa polwan untuk siaga.

“Untuk melayani pemudik petugas yang berjaga bergantian sampai menjelang arus balik,” paparnya.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto menjelaskan, pihaknya memilih konsep ‘Unity in Diversity’ karena memang yang sedang hangat soal pemilu. Pihaknya ingin lebaran ini saatnya masyarakat Indonesia kembali ke satu persatuan.

“Tahun lalu yang lagi populer avengers, kami ambil tema itu. Sekarang konsepnya rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar