Peristiwa

Polusi Debu dan Kuatir Banjir, Warga Perum Alam Bukit Mas Gresik Turun Jalan

Gresik (beritajatim.com)- Puluhan warga Perumahan Alam Bukit Mas, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik, melakukan aksi turun jalan. Warga setempat yang tergabung dalam ‘Gerakan Masyarakat Terdampak Polusi’ (Gemas Terasi). Mendatangi pergudangan Kebomas Makmur yang dianggap warga keberadaannya meresahkan.

Korlap aksi Gemas Terasi Sukatman menuturkan, aksi spontanitas dan turun jalan ini dilakukan semata-mata warga sudah geram terhadap pengelolah Pergudangan Kebomas Makmur yang sudah membuat warga sangat resah.

“Sebelum warga melakukan aksi, manajemen yang mengelolah pergudangan pernah diundang pertemuan di balai desa. Tapi malah arogansinya yang dikemukakan,” tuturnya, Sabtu (24/08/2019).

Selain sudah sangat arogansi lanjut Sukatman, manajemen yang mengelolah gudang malah menantang warga. Seolah-olah mereka sudah tidak peduli lagi terhadap keresahan warga. Bahkan, tahun lalu tepatnya pada bulan Desember 2018. Terjadi banjir lalu airnya masuk ke pemukiman warga.

Lebih lanjut Sukatman mengatakan, ada dua tuntutan yang disampaikan warga kepada manajemen pergudangan Kebomas Makmur. Kedua tuntutan itu diantaranya polusi debu yang sangat tinggi. Kedua, ketinggian urugan setinggi rumah sangat dikuatirkan warga karena kuatir terjadi longsor, dan banjir.

Saat melakukan aksi warga Perumahan Alam Bukit Mas juga membawa sejumlah poster yang bertuliskan ‘Audit Amdalmu, Perusak Lingkungan ABM’. Aksi warga tersebut berlangsung kurang lebih dua jam.

Sayangnya, aksi warga Perum Alam Bukit Mas gagal menemui pihak pengelolah gudang. Aksi warga tersebut juga mendapat pengawalan dari aparat Polsek Kebomas.

“Aspirasi warga Perum Alam Bukit Mas segera kami sampaikan ke pengelolah pergudangan,” pungkas Kapolsek Kebomas Kompol M.Mahmud. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar