Peristiwa

Kasus Asrama Mahasiswa Papua

Polrestabes Surabaya Sudah Periksa 4 Saksi dari Ormas, 1 Mangkir

Kombes Pol Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya

Surabaya (beritajatim.com)– Kasus dugaan pengrusakan bendera yang viral melalui video yang beredar di grup pesan sosial Whatapp masih terus didalami.

Pada langkah baru yang diambil kepolisian Polrestabes Surabaya, lima orang saksi dari lima ormas yang mendatangi Asrama Papua pun dipanggil.

Satreskrim Polrestabes Surabaya memanggil lima saksi terkait pengerusakan Bendera Merah Putih yang ditemukan di depan Asrama Papua, Jalan Kalasan Surabaya, Sabtu (24/08/2019) lalu.

“Penegakan Hukum masih terus dilakukan penyelidikan dan hari ini sudah empat saksi yang hadir untuk diambil keterangan dan didengar kesaksiannya kepada penyidik,” jelas AKBP Sudamiran, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu (24/8/2019).

AKBP Sudamiran juga mengatakan, empat saksi yang memenuhi panggilan sangat kooperatif dan satu saksi tidak bisa memenuhi panggilan dikarenakan masih ada diluar kota.

“Keempat saksi itu, adalah Susi Rohmadi (FKPPI), Dj arifin (Sekber Benteng NKRI), Drs Arukat Djaswadi (Sekber Benteng NKRI), Basuki (Pemuda Pancasila).” Terang Kasat Reskrim.

Sementara satu saksi yang belum memenuhi panggilan adalah Agus Fachrudin als Gus Din yakni Wali Laskar Pembela Islam Surabaya karena berada diluar kota.

Penanganan serius dan menjadi atensi ini, dilakukan sebagai penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

“Sehubungan dengan setiap orang yang merusak atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai atau merendahkan kehormatan Bendera Negara dan atau barang siapa menodai Bendera Kebangsaan RI dan atau pengerusakan,” tegas Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.

Kombespol Sandi juga menjelaskan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 Jo 24a UU RI no 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa,dan Lambang Negara serta lagu kebangsaan dan atau pasal 154a KUHP dan atau pasal 170 KUHP.

Kepolisian akan terus melakukan penyelidikan sampai ditemukan tersangka yang melakukan pengerusakan Sang Saka Merah Putih.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar