Peristiwa

Polres Sumenep Kirim Sampel Beras Diduga Berbahan Plastik ke Labfor

Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi

Sumenep (beritajatim.com) – Pasca ramainya perbincangan tentang beras di Desa Pajenangger yang diduga berbahan plastik, Polres Sumenep langsung melalukan tindakan.

“Kami menurunkan satgas pangan ke Desa Pajenangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, Sabtu (18/1/2020).

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Pajenangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep mengeluhkan kualitas beras yang mereka terima. Versi masyarakat, beras itu tidak bisa dikonsumsi, karena setelah dimasak, berubah seperti plastik.

Bahkan salah seorang penerima beras, Hairudin, membuat video beras tersebut, mulai kondisi belum dimasak hingga menjadi nasi. Setelah menjadi nasi dan dikepal bulat dan dilemparkan ke lantai, nasi itu memantul seperti layaknya bola karet. Saat dicuci, air cucian beras sama sekali tidak keruh. Selain itu, tidak ada aroma beras maupun nasi seperti pada umumnya.

“Anggota kami di Polsek setempat juga sudah mendengar keluhan warga itu. Karenanya, kami mengumpulkan bahan keterangan dari pihak desa, pendistribusi bantuan, dan para penerima manfaat,” papar Deddy.

Kondisi beras BPNT yang diterima warga Sumenep

Selain itu, pihaknya juga telah mengambil sampel beras warga yang dikeluhkan itu, kemudian mengirimkannya ke laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim. “Kami mengirimkan sampel beras itu ke labfor untuk dicek, apa benar ada kandungan atau bahan yang tidak seperti beras pada umumnya,” terangnya.

Lebih jauh, lanjut Deddy, pihaknya secara serentak meminta seluruh kapolsek jajaran untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan Forpimka terkait BPNT. “Kapolsek sudah saya perintahkan untuk mendata detil obyek penerima, kemudian barang yang diterima, serta pendistribusiannya. Harus dicek juga keterangan agen pendistribusi yang diberi tanggung jawab,” tandas Deddy. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar