Peristiwa

Polisi Selidiki Gudang Kertas yang Ludes Terbakar

Gresik (beritajatim.com) – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kedamean, Gresik, masih menyelidiki penyebab terbakarnya gudang kertas milik H.Riyanto (47) di Desa Slempit, kemarin (20/8).

Akibat kejadian itu, ditaksir kerugian material mencapai Rp 500 juta. Pasalnya, gudang yang berisi tumpukan kertas kardus, dan alat pres mesin juga turut terbakar.

Kapolsek Kedamean AKP Nur Amin mengatakan, kebakaran yang melanda gudang kertas itu terjadi kemarin sore. Saat itu, salah satu karyawannya yakni Rejo (55) mengetahui ada api yang menyala dan melihat kepulan asap menghitam di sebelah barat gudang.

“Sewaktu ada kepulan asap hitam tepatnya di pohon jati. Karyawan yang bernama Rejo lari keluar gudang, dan berusaha memadamkan api. Tapi, api semakin membesar lalu menjalar masuk kedalam gudang sehingga menyebabkan isi gudang dilalap api,” katanya, Rabu (21/08/2019).

Masih menurut Nur Amin, karena api semakin membesar. Akhirnya, karyawan yang bernama Rejo menghubungi masyarakat sekitar serta Polsek Kedamean untuk meminta bantuan. Setelah beberapa jam kemudian, datang tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang didatangkan dari Driyorejo, dan Gresik.

“Butuh waktu tiga jam lebih untuk menjinakkan api yang melalap gudang kertas itu. Agar api tidak merembet, petugas damkar terus melakukan pembahasan dan api bisa dikuasai,” ungkapnya.

Nur Amin menambahkan, terkait dengan kejadian itu sampai saat ini anggotanya bersama anggota dari Polres Gresik masih menyelidiki penyebabnya.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, mengenai penyebabnya masih dalam penyelidikan. Kami mohon waktu sebab anggota masih bertugas di lapangan,” imbuhnya.

Sementara, H.Riyanto selaku pemilik gudang tidak menyangka usahanya malah habis terbakar. Padahal, usaha kertas dan cetakannya itu merupakan satu-satunya usaha untuk menghidupi anak dan istrinya.

“Saya serahkan ke aparat yang berwajib agar bisa mengetahui penyebab terjadinya kebakaran,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar