Peristiwa

Polisi Razia Pelajar yang Ikut Demo di Malang

Razia pelajar oleh Polres Malang Kota.

Malang (beritajatim.com) – Polres Malang Kota melakukan razia kepada puluhan pelajar dari berbagai sekolahan di kawasan Stasiun Kota Malang, Jalan Trunojoyo, hingga kawasan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (26/9/2019). Polisi melakukan razia karena mendapat informasi soal ajakan melakukan demonstrasi kepada pelajar.

Kapolres Malang Kota AKBP Donny Alexander mengatakan, informasi itu diketahui polisi pada Kamis siang melalui pesan berantai di whatsapp. Juga ada sebuah grup whatsapp yang bernama Pelajar Bersatu. Dalam grup itu mengajak siswa untuk berkumpul di satu titik.

“Informasi itu beredar sejak siang, ada juga satu grup WA bernama Pelajar Bersatu. Mengajak anak-anak SMA untuk berkumpul di satu titik. Intruksi setelah berkumpul menunggu petunjuk di dalam grup. Kita cek di wilayah memang betul ada beberapa pelajar yang datang ke Malang Kota dalam rangka pertama cuma ikut ajakan itu,” kata Donny.

Donny menyebut, mayoritas pelajar berasal dari wilayah Kabupaten Malang. Kelompok-kelompok yang berkumpul ini mengaku tidak saling kenal. Mereka datang membawa motor, beberapa diantaranya ada yang membawa senjata tajam gergaji, dan poster yang masih di gulung, serta poster bertuliskan Hanya Ada Satu Kata Lawan”, “Entah Apa Yang Merasuku DPR”.

“Dari siswa itu kita temukan senjata tajam, geer, dan pil koplo. Kami cek dulu, kami data, kami lihat barang buktinya kemudian kita lihat modusnya, mereka satu sama lain tidak kenal tapi karena broadcast itu mereka bertemu di satu titik. Ksmudian tujuan melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat apakah ini kegiatan pidana atau kegiatan yang merugikan Kamtibmas di Kota Malang,” papar Donny.

Sedangkan salah satu pelajar yang terjaring razia sempat ditanyai oleh salah satu anggota polisi. Dia mengaku ingin mengikuti demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Dia mengaku keberatan dengan RUU KUHP.

“Saya mau ikut demo pak. Masa ada undang-undang kalau saya punya ayam, terus ayamnya masuk rumah orang didenda Rp10 juta. Saya tahu itu dari media sosial pak,” tandas pelajar itu.

Razia dilakukan sekira pukul 15.30 WIB. Sementara saat itu tidak ada aktivitas demonstrasi apapun di Depan Gedung DPRD Kota Malang. Demonstrasi menolak RUU kontroversial hanya dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang, pada Kamis siang. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar