Peristiwa

Polisi Periksa 5 Saksi dan Uji Laboratorium Makanan Santri

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Maryoko(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo melakukan penyelidikan terhadap ratusan santriwati dari Ponpes Darul Fikri yang mengalami keracunan massal pada Minggu (17/11/2019) malam. Tindakan awal yang mereka lakukan mengecek kondisi santriwati yang mengalami keracunan.

”Jika semalam ada sekitar 121 santriwati yang mengalami keracunan. Kini yang masih dirawat di RSUD tinggal 19 santriwati. Sisanya sudah diperbolehkan pulang maupun rawat jalan,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Maryoko, Senin (18/11/2019) siang.

Polres Ponorogo, kata Maryoko sudah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang dari unsur pondok. Mulai dari juru masak, santri dan ustadz/ustadzah. Dalam pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa bahan makanan ikan tongkol dibeli di Pasar Sawoo.

Selain itu, pihak Polres juga mengambil sampel makanan yang dimakan berupa nasi, sambal, tongkol goreng. Dimana pada saat itu dijadikan menu makan malam untuk santriwati. Polres Ponorogo melakukan tindak lanjut dengan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo untuk melakukan tes laboratorium terhadap ketiga makanan tersebut.

”Ini masih menunggu hasil Lab. Tidak menutup kemungkinan juga akan memeriksa penjual ikan tongkol tersebut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya keracunan yang dialami ratusan santriwati Ponpes Darul Fikri Desa Bringin Kecamatan Kauman Ponorogo diduga dari bahan makanan yang dimakan. Marlan, salah satu ustadz di Ponpes tersebut mengungkapkan awalnya selepas salat isya ada 20 anak yang mengeluhkan gatal-gatal, pusing dan mual. Kemudian mereka dilarikan ke Puskesmas Ngrandu di Desa Ngrandu Kecamatan Kauman untuk dilakukan pertolongan medis.

”Belum selesai penanganan, santriwati yang di pondok mengeluhkan hal yang sama. Akhirnya sebanyak 22 santriwati di bawa ke Puskesmas Kauman,” kata pria yang juga merupakan kepala MA Darul Fikri tersebut.

Semakin malam sekitar pukul 23.00 masih banyak santriwati yang mengeluhkan sakit, akhirnya pihak pondok membawanya ke RSUD dr. Harjono. Disana malam itu, dari 65 satriwati, sebanyak 25 orang harus menjalani rawat inap dan sisanya rawat jalan.

”Karena RSUD over load, 14 santriwati sisanya kami bawa ke RSU Aisyiyah,” katanya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar