Peristiwa

PKL di Taman Ngembag Merasa Diperlakukan Tak Manusiawi

Ponorogo (beritajatim.com) – Nasib malang dialami oleh 14 pedagang kaki lima (PKL) di taman Ngembag Ponorogo. Pasalnya belasan PKL itu dilarang berjualan di dalam kawasan taman oleh Dinas Pariwisata (Dispar) sebagai pengelola.

“Kami berjualan sejak taman ini dibuka pada 2003. Tapi ini tiba-tiba disuruh keluar,” kata Kateni, salah satu PKL saat ditemui beritajatim.com, Rabu (17/7/2019).

Kateni menyebut, pelarangan jualan di dalam taman itu sejak dua minggu terakhir. Yang membuat pedagang tidak terima, kebijakan ini tanpa sosialisasi dan tenggat waktu pembongkaran lapak. Dia mengungkapkan, surat pemberitahuan dari Dinas Pariwisata dikeluarkan awal Juli 2019.

Proses pemindahan pedagang tertulis hingga 14 Juli 2019. Namun belasan pedagang itu telah dilarang berjualan di dalam sejak 1 Juli 2019. “Baru diberi tahu sehari, besoknya langsung disuruh membongkar lapak sendiri-sendiri,” katanya.

Alasan Dinas Pariwisata, kata Kateni, pemindahan PKL karena taman Ngembag akan direnovasi. Namun pihak Dinas Pariwisata tidak dapat menjelaskan secara pasti kapan proses renovasi berlangsung. Lebih mirisnya, kata Kateni, lokasi pemindahan PKL ini berada disisi barat di luar Taman Ngembag, disamping tempat pembuangan sampah.

“Dinas Pariwisata jangan arogan, kalau sudah jelas kapan renovasinya, pasti kami nurut kok untuk dipindah. Tidak terburu-buru seperti ini,” katanya.

Sementara itu staf Dinas Pariwisata yang juga Kordinator Taman Ngembag Sukimin menampik klaim pedagang jika pemindahan ini tanpa sosialisasi. Pihaknya mengaku telah mengumpulkan pedagang tiga minggu sebelumnya terkait hal ini.

“Kami kumpulkan, pedagang diberi penjelasan bahwa akan ada renovasi. Maka mereka tidak diperkenankan lagi berjualan di dalam taman Ngembag,” ungkapnya.

Sukimin menyebut bekas tempat para PKL di dalam taman itu rencananya dijadikan spot poto selfie pengunjung. Jadi nantinya pedagang dilarang berjualan di dalam. Pihaknya rencananya akan membangun stan-stan untuk pedagang di luar area taman Ngembag. “Keluhan pengunjung, taman jadi kumuh jika pedagang ada di dalamnya,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar