Peristiwa

Pijat Tradisional di Mojokerto Terbakar

Warga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Lahan seluas 30 mau x 50 m di Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto terbakar. Tak hanya melalap ilalang, api juga melahap bagian belakang bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat pijat tradisional.

Warga yang melihat api di lahan ilalang tersebut langsung berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Warga setempat berusaha memadamkan dengan pemadaman seadanya seperti batang kayu dan kumpulan ranting pohon kering.

Warga juga silih berganti memadamkan bagian belakang bangunan tersebut dengan menyiramkan air. Hembusan angin yang kencang serta asap putih yang semakin mengepul dan menutupi pandangan pengguna jalan hingga tak jarang membuat mata pengguna jalan peri.

Hingga akhirnya tiga unit mobil pemadam kebakaran (PMK) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto datang ke lokasi. Petugas langsung melakukan pemadaman lantaran api juga melalap bagian belakang bangunan semi permanen.

Salah satu warga, Fery Pujianto (25) menuturkan, sebelum terjadinya kebakaran, ia mencium bau terbakar dan melihat kabut tebal yang semakin membesar. “Saya lagi di warung kopi, tercium bau terbakar. Tidak lama terlihat kabut tebal, ternyata kebakaran,” ungkapnya, Senin (14/10/2019).

Diduga penyebab peristiwa tersebut lantaran membakar sampah dengan sembarangan. Meski melalap ilalang dan bagian belakang bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat pijat tradisional, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar