Peristiwa

Petani di Pacet Mojokerto Keluhkan Harga Cabai

Mojokerto (beritajatim.com)-Sudah seminggu terakhir ini harga Cabai Merah Meroket hingga capai 2 kali lipat harga biasanya. Harga Cabai Merah yang mulanya seharga 30 ribu perkilogram kini menjadi 60 ribu perkilogram.

Pedagang, Pemasok, serta Petani Cabai Merah di Pacet, Mojokerto keluhkan hal tersebut. Ada yang mengurangi stok ada juga yang me-Stop sementara Pasokan Cabainya. Senin (1/7/19), terpantau di Pasar Pacet, Cabai Merah mulai jarang terlihat di beberapa tempat pedagang sayur.

Cabai memang sering kali mengalami kenaikan harga. Berbagai faktor dituding menjadi biang ketidak warasan harga Cabai. Kali ini Cabai Merah menjadi fokus utama. Walaupun Cabai biasa juga mengalami kenaikan harga, tetapi harga Cabai Merah lah yang lebih lama mengalami kenaikan.

Salah satu petani sekaligus pemasok cabe daerah Pacet Utara, Mojokerto mengatakan bahwa penyebab kenaikan harga Cabai akhir-akhir ini hanya dikarenakan kurangnnya barang.

“Bukan masalah suhu atau hama sih, ini lebih karena kurang barang saja jadi harganya naik, kalo penyebabnya hama naiknya biasanya lama, ini beda. Kalo disini baru mulai masa tanam, nah sekarang yang sudah panen raya itu daerah Banyuwangi” tambah Wuliyo (48).

Wuliyo juga mengaku sudah sedikit mengaku memang harga Cabai Merah rata-rata saat ini yang langsung dari petani seharga 45 ribuan. Untuk itu pedagang kecil merasa kesulitan untuk menjualnya kembali.

Salah satu Pedagang Sayur di daerah Pacet,Eny (35) mengungkapkan bahwa dirinya kesulitan untuk menjual kembali Cabai pada pelanggannya. Selain banyaknya komplain dari pembeli dia juga dia takut merugi jika tetap menjual Cabai untuk saat ini.

”Kita sudah seminggu gak ambil Cabai dari Batu (Malang), kita sengaja begitu biar pembeli juga paham barangnya tidak ada jadi kalo nantinya kita jual mahal mereka tidak protes” pungkas Eny.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar