Peristiwa

Pesan Bupati Kediri untuk Jemaah Haji: Banyak Minum Air Putih

Kediri (beritajatim.com) – Para Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur diberangkatkan dari halaman Pemkab Kediri menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (18/7/2019). Pemberangkatan dipimpin langsung oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

Dalam prosesi pemberangkatan tersebut, kepala daerah dari dokter ini berpesan kepada para Jemaah agar banyak minum air putih. Mengingat, suhu udara di Tanah Suci jauh lebih panas dari Tanah Air.

“Untuk para Jemaah saya berpesan supaya banyak minum air putih. Itu sangat penting sekali. Kemudian untuk Jemaah yang sudah tua, supaya membawa pempers, sehingga tidak perlu khawatir buang air,” pesan dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

Jumlah JCH Kabupaten Kediri sebanyak 1.508 orang. Mereka tergabung dalam empat kloter. Pemberangkatan hari ini dilakukan untuk mereka yang tergabung dalam kloter 37, 38 dan 67 dengan jemaah dari kabupaten dan kota lain.

Sementara sebelumnya, kloter 36 asal Kabupaten Kediri telah lebih dulu diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya, sebelum bertolak Tanah Suci. Dalam pemberangkatan ini, diwarnai dengan isak tangis dari keluarga.

Dari jumlah Jemaah asal Kabupaten Kediri, satu diantaranya batal berangkat karena hamil. Dia berasal dari Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan. Selain itu, sebanyak 30 persen Jemaah tercatat sebagai resiko tinggi dan puluhan diantaranya menggunakan alat bantu kursi roda.

Enim Hartono, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri mengimbau untuk para jemaah haji memperhatikan kesehatan mereka, terlebih di cuaca yang ekstrem di Makkah, konsumsi air putih. Sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh mereka.

Terpisah, Suriyah, salah satu jemaah calon haji asal Desa Mlati, Kecamatan Mojo mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Tanah Suci.

Para Jemaah akan mendapatkan pelayanan dari para petugas selama pelaksanaan ibadah. Diharapkan mereka bisa lebih focus dalam menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Sehingga sepulangnya nanti mampu menjadi haji yang mambur. [adv kominfo/nng]

Apa Reaksi Anda?

Komentar