Peristiwa

Persempit Ruang Gerak Teroris di Surabaya, Polisi Gelar Operasi Cipta Kondisi

Petugas melakukan pemeriksaan dalam operasi cipta kondisi di Kota Surabaya, Jatim, Selasa (20/8/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk mempersempit ruang gerak pelaku teroris, petugas gabungan melakukan operasi cipta kondisi di Jalan Rajawali, Surabaya,Jatim, Selasa (20/8/2019).

Operasi ini digelar pasca penyerangan anggota Polsek Wonokromo oleh simpatisan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) beberapa waktu lalu.

Operasi gabungan ini digelar oleh Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian Polsek Bubutan Surabaya.

“Tujuan operasi ini untuk mengantisipasi adanya tindakan susulan dari para pelaku kejahatan seperi di Polsek Wonokromo,” jelas Kanit Lantas Polsek Bubutan, Iptu Sigit Sianturi.

Selain melakukan pemeriksaan badan serta jok sepeda motor, petugas juga memeriksa mobil box untuk antisipasi kemungkinan distribusi bahan peledak.

Bahkan dalam operasi, seorang remaja mencoba lari menghindari razia yang digelar anggota.

Remaja yang tidak memakai helm tersebut langsung putar balik tanpa memperhatikan keselamatan dirinya maupun pengendara lain.

Karena mencurigakan, petugas pun langsung mengejar pengendara dan sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

Akhirnya remaja tersebut berhasil diberhentikan dan langsung dilakukan penggeledahan badan oleh petugas.

“Selain menggeledah badan, kita juga menggeledah jok motor pengendara tersebut. Tapi tak ada benda mencurigakan,” ucap Kanit Lantas.

Iptu Sigit juga menjelaskan, polisi juga melakukan razia terhadap mobil box untuk antisipasi kemungkinan distribusi bahan peledak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Meski dalam razia tidak ditemukan adanya indikasi pelaku teroris. Namun petugas melakukan penindakan berupa tilang ditempat bagi delapan kendaraan roda dua serta 19 penilangan untuk kendaraan roda empat.

“Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga kondisi kota surabaya berangsur kondusif,” pungkasnya.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar