Peristiwa

Pernyataan Sikap AJI Bojonegoro, Cabut Remisi Otak Pembunuh Jurnalis di Bali

Bojonegoro (beritajatim.com) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro melakukan aksi terhadap keputusan pemerintah yang telah memberikan remisi terhadap otak pembunuhan berencana wartawan Jawa Pos Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

AJI Bojonegoro menilai, langkah pemerintah dengan pemberian remisi ini merupakan langkah mundur dalam memberikan rasa aman terhadap kerja-kerja jurnalistik serta memberi ruang untuk menghambat kebebasan pers.

“Sebab, memberikan pengampunan terhadap otak pembunuhan sama halnya dengan membenarkan aksi kejam terhadap AA Prabangsa,” ujar Ketua AJI Bojonegoro, Amrullah Ali Moebin, Jumat (25/1/2019).

Sementara diketahui, jurnalis Radar Bali dibunuh karena produk berita yang ditulis. Pembunuhan yang dilakukan cukup keji. Hingga membuah jenazah korban ke laut.

Sekadar diketahui, aksi yang dilakukan oleh AJI Bojonegoro yakni dengan cara menggalang dukungan melalui pembubuhan tanda tangan terhadap pernyataan sikap yang dilakukan sejumlah jurnalis di Bojonegoro. [lus/ted]

Atas kebijakan pemerintah yang demikian. AJI Bojonegoro mendesak agar :
1. Pemerintah segera mencabut atau membatalkan remisi atas terpidana Susrama yang tertuang dalam Kepres 29/2018. Susrama berada pada urutan ke 94 dari 115 napi yang mendapat perubahan pidana penjara.
2. Meski dijerat dengan pasal 340 KUHP. Bukan berarti otak pembunuhan tersebut bisa merasakan hal yang sama dengan napi lainnya. Sebab pelaku kejahatan ini bisa menghambat kebebasan pers.
3. Presiden Jokowi segera mengambil sikap jika menteri Hukum dan HAM masih ngeyel bahwa langkahnya memberikan remisi itu sudah benar.
4. Menuntaskan kasus kekerasan terhadap jurnalis yang sampai saat ini tidak pernah terselesaikan dengan baik. Menghukum sesuai dengan perundang-undangan atas perilaku yang dilakukan oleh pelaku terhadap jurnalis.
5. Mendukung langkah kuasa hukum solidaritas jurnalis bali untuk mengambil langkah hukum jika remisi tersebut tidak dibatalkan.

Apa Reaksi Anda?

Komentar