Peristiwa

Tiba di Makkah Berpakaian Ihram

Perjalanan Lebih Lama, Jemaah Haji Papua Tayamum dan Salat di Pesawat

Makkah (beritajatim.com) – Berpakaian ihram, sebanyak 453 jemaah beserta lima orang petugas haji dari Provinsi Papua tiba di Kota Makkah, Arab Saudi. Kedatangan jemaah dari Provinsi Papua ini menjadi pembuka dimulainya kedatangan jemaah haji gelombang kedua di tanah suci. Jemaah yang tergabung dalam kloter 18 Embarkasi Makassar (UPG 18) ini tiba di Makkah pada pukul 07.20 WAS, Sabtu (20/7/2019) pagi.

“Dari embarkasi, kami sudah pakai pakaian ihram. Tapi kemudian kami niat berihram pada saat pesawat berada di atas tempat miqat, yaitu di Yalamlam,” kata Pembimbing Ibadah kloter UPG 18 KH Umar Bauw, dikutip dari laman Kemenag.

Umar menyampaikan, jemaah haji asal Provinsi Papua ini menempuh perjalanan yang cukup panjang. “Dari Papua ke Embarkasi Makassar itu sekitar tiga jam, kemudian dari sana menuju ke Jeddah ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 jam,” ujar Umar.

Meskipun harus menempuh perjalanan panjang dan sudah berpakai pakaian ihram Umar mengaku para jemaah tidak mengalami kesulitan. “Alhamdulillah tidak ada kendala. Semua dapat berjalan dengan lancar,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua ini.

Namun, Umar juga bercerita bahwa selama perjalanan, ia harus berkeliling untuk membimbing salat dan tayamun di pesawat. “Kesulitannya, masih banyak dari jemaah yang tak paham bagaimana tayamum. Bahkan ada yang bawa pasir dalam tempat kecil untuk tayamum. Jadi saya berkeliling untuk mengajarkan mereka bahwa tayamum hanya cukup usap muka dan tangan dengan debu,” cerita Umar.

Menariknya, Umar tak menjelaskan hal tersebut dalam bahasa Indonesia. “Jadi bahasa yang banyak saya pakai kali ini adalah bahasa Jawa dan bahasa Makassar. Mereka bisa lebih paham,” tutur pria yang memang keturunan Papua.

Tiba di Jeddah pada pukul 03.20 WAS, para jemaah kemudian beristirahat selama kurang lebih dua jam sebelum menempuh perjalanan selama tiga jam dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah menuju Makkah al Mukarromah. “Jadi cukup panjang juga perjalanan jemaah. Kami akan beristirahat dulu sebentar sebelum melanjutkan ke Masjidil Haram untuk melakukan umrah wajib,” tuturnya.

Sementara, Kepala Sektor 2 Kaswad Sartono menyampaikan, jemaah UPG 18 yang baru tiba akan diantar ke Masjidil Haram dengan menggunakan bus shalawat untuk melaksanakan umrah wajib. Di samping itu, setibanya mereka di hotel selain disambut dengan suguhan kurma, cokelat, hingga souvenir dari pihak maktab, mereka juga mendapatkan makanan selamat datang (welcome food). Nasi dengan lauk ayam roast dan keripik kentang serta satu jenis buah menjadi menu makanan selamat datang bagi para jemaah. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar