Peristiwa

Pergeseran Batu Rel Kereta di Pasuruan Penyebab Pembatalan Keberangkatan

Malang(beritajatim.com)- Supervisor Perjalanan KA Stasiun Malang, Cahyo Santoso mengatakan, penyebab pembatalan kereta api Tawangalun dari Stasiun Malang menuju Stasiun Banyuwangi karena terjadi pergeseran batu di bantalan rel kereta di wilayah Pasuruan.

Menurutnya, terjadi gogosan batu akibat rel terendam. Akibatnya batu-batu bantalan rek bergeser sebagian ada yang patah.

Untuk itu, petugas lebih mengutamakan perbaikan rel. Karena jika dipaksakan justru mengkhawatirkan keselamatan penumpang kereta.

“Terjadi gogosan batu-batu terbawa air, jadi kami lebih ke perbaikan dulu kericak. Kami belum dapat info sampai kapan, yang jelas rel terendam tadi pagi mulai hari ini. Yang jelas perbaikan diutamakan sampai selesai,” tutur Cahyo.

Sesuai jadwal keberangkatan KA Tawangalun dijadwalkan berangkat dari Stasiun Malang pada pukul 16.05 WIB dan sampai di Banyuwangi hingga pukul 23.00 WIB. Pihak Stasiun Malang telah menyiapkan uang peganti dengan opsi pengembalian tiket. Uang akan dikembalikan seratus persen atau sebesar Rp62 ribu sesuai harga tiket KA Tawangalun.

Lukmanul Hakim, salah satu penumpang KA Tawangalun Lukmanul Hakim mengaku menerima keputusan pembatalan jadwal keberangkatan. Tadinya dia sudah berada di dalam kereta, namun dia mendengar kabar bahwa KA batal berangkat dia kembali keluar dari gerbong kereta.

“Mau gimana lagi ada bencana banjir. Tadi sudah di dalam kereta keluar lagi karena ada pengumuman. Ya saya tukar tiket uangnya kembali,” tandas Lukmanul. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar