Peristiwa

Pengakuan Guru yang Dilecehkan oleh Siswanya yang Merokok

Gresik (beritajatim.com) – Nur Khalim (40) seorang guru sekolah SMP swasta di Wringinanom, Gresik sempat dilecehkan oleh AA (15) siswa kelas IX. Dia mengaku sudah memaafkan anak didiknya. Selain itu, guru honorer yang bergaji Rp 450 ribu per bulan itu siap mendidik AA hingga berhasil meraih cita-citanya.

“Saya sudah memaafkan siswa AA karena bagaimana pun dia anak didik saya. Kejadian yang viral di video medsos sudah kami lupakan dan saya yakin AA bisa mengubah sikapnya,” ujarnya, Minggu (10/02/2019).

Menurut Nur Khalim, sebelum video di medsos viral, dirinya mengetahui ada beberapa siswa tidak masuk sekolah. Saat dicek di warung kopi (Warkop), ada siswa AA bersama rekan-rekannta. Melihat kejadian itu, dia menyuruh AA dan teman-temannya agar masuk ke kelas kembali.

“Sewaktu saya minta masuk kelas lagi, siswa AA semakin menjadi-jadi. Bahkan, menggedor-gedor bangku sambil naik-naik sambil membuang buka di atas meja sambil menghisap rokok,” ujarnya.

Di dalam kelas, lanjut Nur Khalim, AA terus digojlok sama teman-temannya. Melihat kejadian itu, dirinya meminta agar rokoknya dimatikan.

“Sambil dilemparkan, rokok yang dihisap dimatikan. Lalu wali kelasnya masuk juga melakukan teguran,” paparnya.

Setelah rokoknya dimatikan, kata Nur Khalim, beberapa rekan AA di kelas masih banyak yang ramai. Namun, hal itu dibiarkan asal tidak mengganggu pelajaran sekolah.

Anehnya masih, lanjut Nur Khalim, setelah kejadian itu dirinya malah dilaporkan bahwa ada siswa dianiaya oleh warga Desa Pasinan, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Pasalnya, dirinya merupakan warga Pasinan.

“Sewaktu saya dilaporkan tidak ada bukti fisiknya,” ungkapnya.

Kendati demikian Nur Khalim tetap menyayangi AA meski perbuataannya telah melecahkan dirinya. “Saya tetap menyayangi AA dan wajib mendidiknya sampai menjadi anak yang berhasil,” tuturnya.

Terkait dengan kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik Mahin mengatakan, kontrol terhadap siswa tidak hanya di lingkungan sekolah. Tapi juga di lingkungan keluarga. Karena itu, agar kejadian ini tidak terulang lagi, Disdik Gresik segera memberikan arahan kepada guru dan tidak ada sanksi terhadap siswa AA.

“Kami siap melakukan pendampingan terhadap keluarga. Sebab, mendidik karakter siswa tidak hanya di lingkungan sekolah saja,” katanya.

Sementara Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan menyatakan pihaknya sudah melakukan mediasi antara pihak keluarga siswa AA, guru, dan pihak-pihak terkait.

“Mediasi ini dilakukan supaya kasus ini diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar