Peristiwa

Pendukung 01 Inginkan Pemungutan Suara Ulang di Desa Pager Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Merasa aksi demonya di kantor kecamatan Bungkal pada Selasa (28/5/2019) lalu kurang didengar aspirasi mereka, massa pendukung salah satu Cakades Pager menggelar aksi demo lagi. Kali ini puluhan pendukung cakades nomor urut 01 menggeruduk kantor Pemkab Ponorogo. Di depan kantor Pemkab, mereka kurang puas dengan rekomendasi panita pengawas kecamatan (panwascam) kepada panwas kabupaten atas sengketa pilkades di Desa Pager Kecamatan Bungkal.

“Kami ingin menggelar audiensi dengan Pemkab Ponorogo tentang sengketa pilkades Desa Pager,” kata Cakades 01 M. Arif Maftuchin, saat ditemui disela-sela aksi, Jumat (31/5/2019).

Arif mengungkapkan mediasi pada aksi demo pertama pada Selasa lalu di kantor kecamatan Bungkal tidak menghasilkan rekomendasi untuk melakukan langkah selanjutnya itu tidak ada. “Jadi tidak ada keputusan yang mempunyai kekuatan hukum,” katanya.

Arif menyebut sesuai kejadian di lapangan salah satunya panitia mengakui melakukan perubahan berita acara. Dan panwascam menyerahkan keputusan panwas kabupaten. Arif menyebut tuntutan massa tetap sama, untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Dan berdasarkan fakta di lapangan dan alat bukti yang kuat untuk melakukan PSU. “Harapannya dilakukan PSU, karena penghitungan ulang jelas tidak mungkin dilakukan,” katanya.

Sekitar 30 menit massa mendengarkan orasi dari kordinator aksi di depan kantor Pemkab. Akhirnya perwakilan aksi terdiri dari kuasa hukum cakades 01 dan beberapa pendukungnya ditemui oleh Sekda Agus Pramono dan jajarannya. Audiensi dilakukan di ruang bantarangin lantai 2 Pemkab Ponorogo. “Kami berharap permaslahan Desa Pager ini selesai ditingkat kecamatan. Namun faktanya belum selesai,” kata Sekda Agus Pramono, saat ditemui usai audiensi.

Dalam audiensi tadi, kata Agus pihaknya belum bisa memutuskan, karena keputusan itu nantinya ditangan bupati. Pihaknya menyerap aspirasi yang diutarakan oleh perwakilan peserta aksi. Dia menegaskan tidak condong ke satu kubu cakades, menempatkan pada tempat yang netral.

Masih dikatakan Agus, pemkab atau panwas kabupaten akan membuat kajian tentang permasalahan yang terjadi di pilkades desa Pager ini. Tentu dengan kajian ini nantinya untuk memberikan pertimbangan kepada bupati. “Keputusan tetap di tangan Bapak Bupati. Semoga 20 hari kedepan keptusan itu sudah ada,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar