Peristiwa

Pendampingan Tahanan Banyuwangi Tak Perlu ke Jember

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) Banyuwangi melengkapi keberadaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Bumi Blambangan. Meskipun demikian, secara tugas dan fungsi keduanya berbeda.

“Sebenarnya, ini Pos Bapas cabang Jember pendiriannya sudah hampir setahun berjalan, tujuannya untuk tugas dan fungsi (Tusi) untuk pembimbingan anak dan klien dewasa,” ungkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan IIB Banyuwangi, Ketut Akbar Hery Achjar, Sabtu (12/1/2019).

Adanya Pos Bapas di Banyuwangi cukup berguna, terutama untuk memangkas birokrasi dan administrasi yang selama ini harus ke Jember. Ini dinilai perlu, lantaran butuh percepatan untuk pelayanan.

“Jadi dulu se kariseidenan Besuki ini cuma hanya satu Pos Bapas di Jember, karena jarak sehingga pusat meminta untuk membikin pos-pos Bapas. Kalau sekarang sudah pakai IT, selain itu dulu harus membikin surat kemudian petugas Jember turun ke sini. Sekarang tidak, tinggal mengirim surat (email) ke sana, petugas sini langsung bisa melakukan pelayanan,”

“Tujuannya, nanti selain menjadi embrio ke depan akan ada Pos Bapas baru di sini. Kalau tugas sehari-harinya membantu tugas Bapas yang ada di Jember,” katanya.

Selain itu, Pos Bapas Banyuwangi juga memudahkan tugas kepolisian saat melakukan pendampingan terhadap tahanan. “Kalau dulu kepolisian harus kordinasi ke Jember, sekarang jika membutuhkan pendampingan di Pos Bapas sudah bisa melayani,” pungkasnya.

Idelanya, kata Akbar, setiap daerah harus memiliki empat unit pelayanan terpadu (UPT). Di antaranya, Lembaga Pemasyarakatan (lapas), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Rumah Tahanan (Rutan) dan Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan). (rin)

Apa Reaksi Anda?

Komentar