Peristiwa

Pemkab Mojokerto Janjikan Perbaikan Pasca Banjir dan Longsor

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto masih melakukan pendataan terkait kerugian akibat bencana alam yang terjadi pada, Jumat (19/1/2019) pekan lalu. Pemkab Mojokerto menjanjikan akan melakukan perbaikan terhadap delapan kecamatan di Kabupaten Mojokerto diterjang bencana alam baik banjir maupun longsor.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, pasca banjir dan longsor, Pemkab Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan upaya penanggulangan darurat. “Ini sebagai bentuk upaya kami sementara,” ungkapnya, Senin (21/1/2019).

Yakni upaya sementara Pemkab Mojokerto dalam menangani bencana banjir dan longsor yang terjadi. Wakil Bupati menjelaskan, jika pihaknya akan melakukan pendataan untuk mengetahui berapa jumlah kerugian dan infrastruktur imbas dari bencana banjir dan longsor tersebut.

“Tanggap darurat sudah kita lakukan kemarin dan semua akses jalan juga sudah kita buka. Kami merapatkan hal ini dan membenahi kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana tersebut, nantinya akan mengkordinasikan dengan BPBD pusat untuk tindaklanjutnya,” katanya.

Sementara untuk bantuan, lanjut orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini, bagi masyarakat yang terdampak khususnya rumah warga yang hanyut, pemerintah akan berusaha memberikan bantuan secara matrial. Untuk warga yang mengalami trauma pemerintah juga bakal menerjunkan tim konseling.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto diterjang bencana alam, banjir, longsor dan pohon tumbang pada, Jumat (19/1/2019) pekan lalu. Sedikitnya ada delapan kecamatan yang diterjang banjir, longsor dan pohon tumbang. Diantaranya, Ngoro, Trawas, Kutorejo, Dlanggu, Pacet, Gondang, Mojoanyar, Pungging dan Bangsal.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar