Peristiwa

Pernyataan Sikap JIAD Jatim

Pembubaran Harlah PRD di Surabaya Cederai Nilai Demokrasi

Jombang (beritajatim.com) – Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur sangat menyesalkan pembubaran acara syukuran hari ulang tahun Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Surabaya, Senin (22/7/2019).

“Pembubaran tersebut jelas mencederai nilai-nilai demokrasi dan Pancasila. Peristiwa memalukan itu jelas akan sangat memengaruhi posisi Jawa Timur dalam indeks demokrasi secara nasional,” ujar Koordinator JIAD Jatim Aan Anshori, Selasa (23/7/2019).

Sebagai bagian dari komunitas Islam, lanjut Aan, JIAD sangat prihatin dengan munculnya kata “Islam,” dalam organisasi yang disebut-sebut menjadi afiliasi para pelaku pembubaran. Hal ini mengesankan Islam sebagai agama yang antidemokrasi sekaligus takut dan minder bersanding dengan PRD.

Padahal banyak diantara anggota PRD adalah muslim/muslimah taat.
“Kami justru melihat PRD sangat aktif memperjuangkan tegaknya pemerintahan yang lebih adil dan berpihak terhadap kepada kelompok mustadl’afin (tertindas) tanpa melihat latar belakangnya. Komitmennya terhadap NKRI, Pancasila, UUD 1945 serta Bhinneka Tunggal ika sangatlah jelas dan tidak lamis,” tegas Aan.

Aan menilai, tudingan komunisme kepada PRD adalah upaya berlebihan yang tidak didasarkan pada pemahaman yang memadai mengenai ideologi tersebut.Oleh sebab itu, JIAD mendesak agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di Jawa Timur dan Indonesia secara umum.

“Negara harus melindungi kemerdekaan berpendapat dan berserikat dalam bingkaI Pancasila dan UUD 1945,” kata aktivis berkaca mata minus ini.

Sebelumnya, PRD Surabaya menjadwalkan acara diskusi di Rumah Makan Sari Nusantara Jalan Gubernur Suryo Senin (22/7/2019) sore. Diskusi yang digelar sedianya bertajuk “Ini Jalan Kita Ke Depan: Bangun Persatuan Nasional, Wujudkan kesejahteraan Sosial”.

Namun acara tersebut tiba-tiba batal karena pihak pemilik rumah makan tidak ingin lokasinya digunakan untuk acara diskusi. Acara kemudian dipindah ke Sekretariat PRD Surabaya dan diganti dengan tasyakuran.

Mereka yang membubarkan acara PRD antaranya orang yang tergabung dalam ormas Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad), dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI). [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar