Peristiwa

Pasca Kericuhan, Pilkades Lanjutan Juruan Laok Digelar di Dusun Kabbuan

Petugas mengangkut properti pilkades yang dirusak massa

Sumenep (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, diputuskan digelar di Dusun Kabbuan pada Kamis (14/11/2019).

“Penentuan lokasi pelaksanaan Pilkades itu berdasarkan hasil survei Tim Kabupaten yang terdiri dari Pemda, Polres, dan Kodim,” kata Ketua Panitia Pilkades, Moh. Hartono, Rabu (13/11/2019).

Ada dua lokasi yang disurvei oleh tim, yakni Dusun Jurgang dan Dusun Kabbuan. Hasil survei bersama tersebut menjadi bahan pertimbangan sebelum panitia pilkades memutuskan.

Bertempat di sekretariat pilkades Juruan Laok, akhirnya mencapai kata mufakat, diputuskan bahwa lokasi TPS ditempatkan di Dusun Kabbuan. “Lokasi untuk Pilkades lanjutan itu berjarak sekitar 2 km dari Pilkades pertama, ke arah barat. Lokasi yang digunakan adalah tanah pecaton milik desa,” terang Hartono.

Desa Juruan Laok terdiri dari delapan dusun dengan jumlah pemilih 3.900 orang. Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh Ramli, yang juga Ketua Tim Kabupaten mengaku sengaja turun langsung menyurvei lokasi Pilkades Juruan Laok, untuk memastikan kondisi di bawah.

“Kami memfasilitasi dan ingin memastikan lokasi TPS. Selain itu, kami juga ingin mengetahui kesiapan panitia dalam melaksanakan Pilkades lanjutan besok,” ujarnya.

Pilkades Juruan Laok, Kecamatan Batuputih pada Kamis (7/11/2019) berakhir ricuh. Massa dari calon kepala desa yang tidak lolos seleksi merasa tidak puas dan mengamuk. Massa merusak kotak suara dan merobek surat suara. Massa juga merobohkan terop dan merusak kursi di lokasi Pilkades. Massa semakin tidak terkendali.

Batu mulai dilempar ke arena Pilkades. Akibatnya warga yang akan melakukan pencoblosan pun panik dan berteriak ketakutan. Pelaksanaan Pilkades pun terpaksa dihentikan. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar