Peristiwa

Pasca Kebakaran, Hutan Semeru Kembali Dihijaukan

Lumajang (beritajatim.com) – Pemkab Lumajang bersama para pecinta alam, pegiatan seni dan pelestari burung melakukan tandur bareng di kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Desa Ranu Pani Kecamatan Senduro. Penghijauan kembali dilakukan pasca kebakaran hebat dipertengahan tahun 2019 lalu.

“Kita tanam sembilan ribu enam ratus bibit pohon khas pegunungan Semeru,” kata Bupati Thoriqul Haq pada wartawan, Senin (10/2/2020).

Masih kata dia, besaran dukungan para pencinta lingkungan berpartisipasi adalah kepedulian luar biasa. Karena, Hutan Semeru adalah paru-paru bagi Jawa Timur untuk menghasilkan oksigen.

“Selain menanam kembali, juga melepas burung endemik ranu pani yang berhasil ditangkarkan oleh pencinta burung asal Lumajang,” paparnya.

Kadis Lingkungan Hidup, Yuli Harismawati mengaku sangat senang dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak untuk mengembalikan hutan di Kawasan Semeru pasca kebakaran. Kerusakan lingkungan dan ekosistem sangat dirasakan dengan sisa kebakaran terlihat.

“Kerusakan dan kebakaran hutan di kawasan Ranu Pani bukan hanya tanggung jawab warga disana, tetapi semua pihak,” jelasnya,

Penanamandilaksanakan di empat lokasi, yaitu Watu Rejeng, Kipresan, Sumber Amprong, dan Bantengan yang itu semua merupakan wilayah TNBTS. Pasalnya lebih dari seribu orang terlibat untuk menghijaukan Hutan Semeru. [har/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar