Peristiwa

Pasca Istri Meninggal, Pria ini Nekad Gantung Diri di Pohon Jati

Tuban (beritajatim.com) – Cinta sehidup semati dengan sang istri, mungkin itu yang terbesit dalam benak pikiran Panijan (47), warga Dusun Dukoh, Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban sebelum akhirnya nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (12/4/2019).

Pasalnya, semenjak kematian istrinya sekitar satu minggu yang lalu pria tersebut tampak terpukul dan selalu termenung sedih. Puncaknya, sejak kemarin malam Panijan keluar rumah dan akhirnya ditemukan sudah dalam posisi tewas menggantung di pohon jati yang tak jauh dari rumahnya.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, tubuh Panijan yang menggantung di pohon Jati di lahan milik tetangganya itu pertama kali diketahui oleh Wakimin, yang tak lain adalah mertua korban. Korban ditemukan menggantung dengan tali tampar di pohon yang tingginya sekitar 5 meter itu.

“Korban itu sejak Kamis malam sekitar pukul 23.00 wib sudah keluar rumah. Keluarga mengira awalnya korban hanya ingin memberi makan ternak Sapi yang ada di kandang samping rumahnya,” terang AKP Mustijat Priyambodo, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Setelah lama keluar rumah, namun keluarga juga masih tidak menaruh curiga. Pasalnya mertua dan anak korban mengira jika Panijan pergi ke pos kampling untuk mencari hiburan dengan berkumpul warga serta para tetangganya setelah kepergian istri tercintanya.

“Namun sampai pagi korban juga tidak kunjung pulang keluarga berusaha untuk mencarinya. Dan setelah dicari kemana-mana yang bersangkutan ditemukan sudah dalam posisi menggantung di pohon jati,” tambah Kasat Reskrim, Polres Tuban itu.

Mengetahui menantunya sudah dalam posisi menggantung di pohon jati itu, Wakimin langsung berteriak meminta tolong kepada sejumlah warga sekitar. Sehingga, sejumlah warga kemudian berusaha menolong korban itu dengan menurunkannya dari pohon jati.

“Anggota yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan melakukan olah TKP. Korban ditemukan menggantung dengan tali tampar plastik yang diikatkan ranting pohon jati,” papar AKP Mustijat.

Berdasarkan ciri-cirinya dan juga pemeriksaan tim medis serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Panijan, diduga kuat tewas murni akibat dari gantung diri tersebut. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada korban, dan keluarga juga menolak jika korban di otopsi. Sementara keterangan lain korban sering termenung dan menyendiri sejak istrinya meninggal dunia satu minggu yang lalu,” pungkasnya.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar