Peristiwa

Pasar di Tuban Dihancurkan, Pemilik Kios Luruk Kantor Diskoperindag

Puluhan user dari PBT Tuban saat mendatangi kantor Disperindag Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Puluhan warga yang merupakan user atau pemilik kios, los dan toko yang ada di Pasar Besar Tuban (PBT) Kelurahan Perbon, Kecamatan Kota Tuban meluruk kantor Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yang ada di jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Senin (14/10/2019).

Kedatangan puluhan user yang tergabung dalam paguyuban user PBT ke Diskoperindag Tuban untuk menanyakan keberadaan bangunan PBT yang mangkrak belasan tahun itu dan saat ini diratakan dengan tanah. “Kita para user rata-rata ya kaget, karena tahu-tahu bangunan dibongkar dan tidak ada informasi kepada kami,” terang Darmono, salah satu user yang sudah belasan tahun membeli salah satu los di pasar itu.

Keberadaan pasar besar Tuban yang telah dihancurkan dan akan dibangun lagi setelah belasan tahun mankrak

“Kami sudah pernah tanya tidak ada jawaban terkait pembongkaran itu. Kita sebagai user tidak dilibatkan, kita tidak tahu mau dibangun seperti apa. Makanya kita paguyuban ini datang ke sini,” terang Zuana, ketua Paguyuban User PBT.

Zuana menyebutkan, dalam PBT yang telah mangkrak bertahun-tahun setelah di bangun itu terdapat sekitar 1.100 lebih warga yang menjadi user dengan membeli kios, toko maupun los. Sebagian besar, warga yang membeli stand di PBT pada 2002 itu susah melakukan pelunasan, namun sama sekali tidak pernah ada kegiatan.

“Kami meminta penundaan untuk proses peletakan baru pertama (pembangunan ulang PBT) itu sebelum urusan dengan semua user selesai. Kalau semua urusan dengan user sudah selesai baru silakan dilakukan,” paparnya.

Aksi puluhan warga pemilik kios yang ada di PBT tersebut langsung ditemui oleh Agus Wijaya, Kepala Diskoperindag Kabupaten Tuban. Setelah mendengarkan semua aspirasis pemilik kios, Agus Wijaya berjanji akan mempertemukan user dengan pihak kontraktor.

“Dengan adanya paguyuban PBT ini membantu memudahkan untuk komunikasi dengan para pemilik kios. Hari Rabu besuk ini kita akan mempertemukan para user dengan pihak kontraktornya. Tujuannya, untuk menjelaskan terkait dengan permasalahan ini,” ungkap Agus. [mut/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar