Peristiwa

Operasi SAR Ditutup, Dua Penumpang KMP Santika Nusantara Belum Ditemukan

 

Gresik (beritajatim.com)- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, atau dikenal dengan Basarnas per hari ini secara resmi telah menutup operasi pencarian korban KMP Santika Nusantara yang terbakar di Kepulauan Masalembu. Kendati operasi telah ditutup. Namun, masih ada dua korban yang sampai saat ini belum ditemukan.

Berdasarkan data percen on boat (POB) KMP Santika Nusantara terdiri dari 314 penumpang. Penumpang yang dievakuasi 312 orang, penumpang yang selamat 308 orang. Meninggal dunia 4 orang, dari jumlah itu ada 2 penumpang masuk ke dalam daftar pencarian.

Kepala Basarnas Kota Surabaya, Prasetyo Budiarto mengatakan, selama 17 hari Basarnas bersama tim gabungan telah mengevakuasi, dan mencari korban penumpang KM Santika Nusantara yang terbakar di Kepulauan Masalembu pada 23 Agustus 2019 pukul 20.45 WIB.

Sebelum operasi ditutup kemarin (6/9). Basarnas kembali menemukan satu korban yang berada di dek kendaraan dengan kondisi meninggal dunia.

KM Santika Nusantara yang terbakar di Perairan Sumenep. Foto: Deny

“Korban kami evakuasi setelah bangkai KMP Santika Nusantara ditarik dari lokasi kejadian lalu disandarkan di dermaga PT Indonesia Marina Shipyard (IMS),” katanya kepada wartawan di Media Center Posko Operasi SAR KMP Santika Nusantara di kantor PT IMS Gresik, Jawa Timur, Sabtu (7/09/2019).

Lebih lanjut Prasetyo Budiarto mengatakan, saat mengevakuasi penumpang KMP Santika Nusantara yang terbakar. Tim Basarnas juga dibantu unsur terkait. Termasuk diantaranya beberapa kapal yang melintas di Kepulauan Masalembu. Sehingga, dalam operasi penyelamatan itu 90 persen sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi.

“Meski operasi pencarian korban di dalam kapal telah dihentikan. Namun, apabila masih ada jasad korban yang tertinggal. Kami secepatnya mengevakuasi. Sedangkan untuk identifikasinya tim DVI Polda Jatim yang akan menangani,” imbuhnya.

Ia menambahkan, ada beberapa kendala sewaktu melakukan evakuasi KMP Santika Nusantara yang terbakar. Selain arus laut dan gelombang tinggi yang sangat kuat. EPIRB atau emergency position indicating (alat pendeteksi kapal) milik KMP Santika Nusantara tidak berfungsi. Padahal, keberadaan alat tersebut sangat membantu guna mengetahui posisi kapal saat dalam keadaan bahaya.

“Berdasarkan laporan EPIRB milik KMP Santika Nusantara tidak berfungsi, dan baru diketahui posisinya pada malam hari pukul 20.45 WIB saat terjadinya kebakaran,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan tim disaster victims identification (DVI) Polda Jatim, dr Yurika menjelaskan berdasarkan identifikasi postmortem dan antemortem. Identifikasi jasad korban KMP Santika Nusantara yang ditemukan di dek kendaraan. Jenis kelaminnya laki-laki.

“Saat kami identifikasi jasad korban sudah parah dan sulit dikenali karena mengalami luka bakar,” ungkapnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar