Peristiwa

Nilai Investasi Pabrik PPSLI B3 di Mojokerto Capai Rp 500 Miliar

Mojokerto (beritajatim.com) – Nilai investasi pembangunan pabrik Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Industri B3 (PPSLI) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mencapai angka Rp 500 miliar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Diah Susilowati menjelaskan, rencana pembangunan pabrik PPSLI di atas tanah Perhutani seluas 50 hektar. “Tahap pertama pembangunan akan dilakukan pada 2019-2020 dengan memanfaatkan tanah seluas 5 hektar,” ungkapnya, Minggu (10/2/2019).

Pembangunan gedung tahap pertama di atas tanah seluas 5 hektare tersebut, lanjut Diah, akan dibangun sejumlah fasilitas perkantoran, tempat pengumpulan, pemilihan dan pemanfaatan limbah. Selain itu ada dua blok landfill. Pemanfaatan limbah batako dijadikan batako fly ash, bottom ash atau batu bata.

“Kalau limbah medis kami kelola dengan Incelelator. Setelah seluruh limbah dikelola, lalu kami solidifikasi. Kapasitas sehari kami bisa kelola limbah sampai 2 ton atau 2,5 ton,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BUMD PT Jatim Grha Utama, Mirza Muttaqin menyebutkan, total investasi untuk pembangunan PPLI B3 selusa 50 hektare mencapai Rp500 miliar. “Kami sudah dapat izin pemanfaatan untuk yang 5 hektar dan mendapat izin prinsip dari KLHK. Tahun ini, akan kita kucurkan Rp 105 miliar,” tegasnya.

BUMD PT Jatim Grha Utama merupakan BUMD yang ditunjuk Pemprov Jatim untuk membangun dan mengoperasionalkan PPLI B3 tersebut. Saat ini, PT Jatim Grha Utama telah mengantongi izin pemanfaatan tanah oleh Perhutani. Karena Perhutani telah melakukan tukar guling dengan Pemprov Jawa Timur. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar