Peristiwa

Musim Hujan Tiba, Kebakaran Hutan Semeru Terhitung 131 Hektare

Kebakaran di Gunung Semeru (Humas BB TNBTS).

Malang (beritajatim.com) – Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru diguyur hujan selama dua hari sejak Sabtu (2/11/2019) hingga Minggu (3/11/2019). Datangnya musim hujan ini membuat titik api atau bekas abu kebakaran mati total.

Balai Besar TNBTS menyebut data sementara luasan area terdampak kebakaran baru terhitung 131 hektare. Petugas masih menghitung ulang total luasan area hutan yang terbakar.

“Kami masih akan melihat secara faktual di lapangan. Kemarin itu sekitar 131 hektar untuk luasan kebakaran, kami masih belum mengupdate ulang karena tim masih bekerja,” ujar Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat, Selasa (5/11/2019).

Kebakaran di kawasan Gunung Semeru sejak 16 September 2019. Kebakaran hutan terjadi menyusul kemarau panjang pada sejumlah wilayah Indonesia termasuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Akibatnya, sejak 22 September 2019 jalur pendakian ditutup total hingga sekarang.

Adapun titik-titik api kebakaran hutan di wilayah Semeru berada di lokasi Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-ayek, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo, Watu Tulis, Po,o, Kemlamdingan Dowo, Pos 1, Sentong, Pasang Kupluk hingga Gunung Lanang. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar