Peristiwa

Musim Angin Barat, Nelayan Sendangbiru Stop Melaut

Malang (beritajatim.com) – Sejak satu pekan terakhir aktivitas nelayan di Pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang, mulai berkurang. Hal itu dikarenakan masuk musim terang bulan (Bulan Purnama-red) disrtai angin kencang, membuat sebagian besar nelayan di tempat ini mengurangi aktivitas melautnya.

Nelayan Sendangbiru menyebut musim saat ini sebagai musim terang bulan. Sehingga, nelayan tidak berani melakukan aktivitas mencari ikan di laut karena cuaca tidak bersahabat. Apalagi, dalam waktu dekat juga akan terjadi musim angin barat.

“Kita masuk musim terang bulan, nelayan yang mencari ikan berkurang karena cuaca buruk. Ditambah sebentar lagi musim baratan atau angin barat,” ungkap H.Umar Hasan, Ketua Nelayan Rukun Jaya Sendangbiru, Kabupaten Malang, Senin(17/6/2019).

Kata Umar, nelayan memilih menghentikan melautnya hingga sepuluh hari kedepan. “Dalam kondisi libur ini mereka melakukan perbaikan jaring. Tetapi ada juga sebagian nelayan jenis pancing yang hingga saat ini masih dalam posisi ditengah laut. Karena yang berdampak dalam cuaca seperti ini hanya jenis nelayan jaring,” beber Umar.

Disinggung mengenai besarnya pendapatan, terang Umar, hal itu bervariasi antara 1 hingga 2,5 ton untuk sekali melaut. Sementara dampak angin barat ini, gelombang air laut bisa mencapai empat hingga lima meter dan kondisi angin sangat kencang.

“Hanya 20 persen saja nelayan yang berani melakukan aktivitas laut. Sementara 80 persen sisanya memilih berhenti melaut. Adapun untuk jumlah Total nelayan di pantai Sendang Biru mencapai 3000 orang nelayan, mulai nelayan yang menggunakan kapal kecil hingga nelayan kapal besar,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar