Peristiwa

MUI Kota Probolinggo: Tempat Maksiat dan Hiburan Malam Harus Tutup

Probolinggo (beritajatim.com) – Polemik tidak diperpanjangnya izin dua tempat hiburan malam oleh Pemerintah Kota Probolinggo, di kota setempat hingga terpaksa tutup, belum juga mereda.

Jika sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memaksa walikota memperpanjang izin, melalui rekomendasi dewan hasil rapat dengar pendapat dengan para pengusaha hiburan malam.

Kali ini, giliran Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, angkat bicara. Melalui pers rilis, MUI menyatakan tegas mendukung setiap kebijakan pemerintah kota memberantas tempat-tempat ditengarai menjadi sarang maksiat, Senin (19/8/2019) siang.

Secara rinci terdapat lima point pernyataan sikap MUI disampaikan Ketua MUI. Kota Probolinggo, KH. Nizar Irsyad. Yakni:

1. Mendukung segala bentuk upaya pemberantasan praktik kemaksiatan di Kota Probolinggo.

2. Tidak setuju dengan segala bentuk praktik kemaksiatan.

3. Mendorong Pemerintah dan aparat terkait untuk disiplin dan tegas melakukan penegakan hukum terkait penataan, pengawasan, dan pengendalian usaha tempat hiburan.

4. Menolake secara tegas segala bentuk upaya membangkitkan kembali praktik-praktik yang merusak moralitas masyarakat.

5. MUI bersama organisasi masyarakat yang tergabung didalamnya berkomitmen untuk senantiasa mendorong terwujudnya masyarakat yang bermoral.

Pernyataan sikap dimaksud juga ditanda tangani sedikitnya 11 organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Diantaranya Muhammadiah, KAHMI, NU dan Dewan Dakwah.

Menurut Nizar, MUI sejatinya sejak 2016, sudah merekomendasikan pemberantasan tempat maksiat. Namun baru kali ini, saat walikota dijabat Hadi Zainal Abidin, secara resmi sikap tersebut disampaikan ke publik. “Sikap MUI ini bukan saja berlaku bagi dua tempat hiburan malam yang tutup. Tapi juga berlaku untuk semua tempat maksiat,” tegas Nizar.

Ketua Komisi Hukum MUI Kota Probolinggo, Habib Tirmidzi Husain, menyatakan, MUI siap pasang badan terhadap keputusan kepala daerah. “Andi kita digugat secara hukum oleh pengusaha hiburan malam, kita siap proses litigasi,” katanya di sebuah kafe, di JL Slamet Riyadi, Kota Probolingggo, tempat berlangsungnya acara pers rilis. [eko/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar