Peristiwa

MUI Jember Minta agar JFC Tidak Didemo

Jember (beritajatim.com) – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta kepada warga agar tidak berunjuk rasa memprotes Jember Fashion Carnaval.

Permintaan ini disampaikan Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar, usai pertemuan membahas kontroversi JFC di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (6/8/2019) sore.

Kabar soal adanya sejumlah warga yang bermaksud berunjuk rasa memprotes JFC pada Rabu (7/8/2029) sempat beredar di media sosial. JFC memang tengah ramai dibicarakan di media sosial, karena tampilan seksi peserta karnaval, terutama artis Cinta Laura.

JFC adalah karnaval fesyen di atas jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dan diikuti 600 orang model yang berasal dari warga biasa. Tahun ini adalah tahun ke-18 penyelenggaraannya.

Halim mengatakan aksi demo tak perlu dilakukan, karena kontroversi ini sudah dirembuk dan diselesaikan di pendapa, Selasa tadi sore. “Percayakan aspirasi itu kepada tokoh-tokoh yang tadi sudah menyampaikan di momen pertemuan itu,” jelasnya.

Hadir dalam pertemuan itu Bupati Faida, Wakil Bupati Abdul Muqit Arief, Kepala Kepolisian Resor AKBP Kusworo Wibowo, Kasdim 0824 Jember Mayor Sampak, Ketua Pengurus Cabang NU Jember, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ketua PCNU Kencong, Ketua Front Pembela Islam, Ketua Lajnah Pendidikan Akhlak Islam, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ketua Muslimat, Ketua Gerakan Pemuda Ansor, dan sejumlah ulama.

Imbauan agar tak ada unjuk rasa juga disampaikan Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Kusworo Wibowo. “Kami minta para kiai agar menyampaikan kepada para santri tidak perlu ada aksi, karena hari ini sudah tuntas semua,” katanya.

Namun jika masih ada aksi, menurut Kusworo, itu sah-sah saja. “Selama tidak anarkis dan melakukan perbuatan pidana, penyampaian pendapat di muka umum boleh-boleh saja. Namun untuk apa? Toh sudah diselesaikan di sini,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar