Peristiwa

Mobil Damkar Banyuwangi Tabrak Motor, 1 Tewas

Banyuwangi (beritajatim.com) – Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyuwangi mengalami kecelakaan di Jalan Banyuwangi – Jember, tepatnya di depan Kantor Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Selasa (19/3/2019) petang. Kendaraan jenis Colt Diesel T120PS Nopol P-9993-T yang dikemudikan oleh Yoga Rudi Hartono (25) didampingi oleh Hendra Setiawan (23) melaju dengan kecepatan sedang menuju TKP kebakaran di Kecamatan Rogojampi.

“Karena jarak yang sudah dekat dan pengemudi tidak bisa menghindar, terjadilah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban Pupah meninggal dunia di lokasi kejadian. Jasadnya dilarikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Banyuwangi Iptu Ardy Bitha Kumala.

Iptu Ardy menjelaskan, kronologi kecelakaan ini berawal saat korban asal Jalan Ikan Gurami, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi sedang berboncengan naik Honda Supra X 125 Nopol P-5975-ZN yang dikendarai oleh Ahmad Saroji, asal Dusun Babakan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. Saat itu, pemotor ini melaju dari arah barat hendak berbelok ke arah selatan.

“Dari arah utara meluncur mobil damkar sedang dalam perjalanan menuju Rogojampi untuk membantu proses pemadaman rumah yang terbakar,” ungkapnya.

Korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan pengemudi selamat. “Saroji hanya luka lecet di bagian lengan tangan. Namun sepeda motornya rusak akibat tertabrak damkar. Kasus ini masih kami tangani untuk menentukan status perkaranya,” terangnya.

Untuk diketahui, mobil Damkar Banyuwangi ini hendak menuju ke lokasi kebakaran rumah warga di Kampung Candian, Desa/Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (19/3/2019) petang. Satu orang penghuni dikabarkan meninggal di dalam kamar. “Bangunan tersebut milik Ibu Iis,” kata Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setyo Budhi saat di lokasi kejadian.

Dugaan penyebab kebakaran, kata Agung, karena pemilik rumah berjualan peracangan atau toko sembako yang juga menjual BBM eceran. Saat kejadian, pemilik rumah memindah bahan bakar tersebut dari atas jerigen ke dalam botol.

“Pada saat memindahkan BBM dari jerigen ke dalam botol itu tumpah, lalu dari tempat memindah BBM itu ada lampu oblik (lentera) yang digunakan merekatkan plastik pembungkus langsung menyambar begitu saja dan terjadi kebakaran,” pungkasnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar