Peristiwa

Keluarga Tolak Otopsi

Mayat Wanita Mengapung di Prajuritkulon Mojokerto Dimakamkan

Kasih (55), korban yang ditemukan mengapung di Sungai Prajuritkulon, Kota Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak keluarga Kasih (55), korban yang ditemukan mengapung di Sungai Prajuritkulon, Kota Mojokerto menolak jenazah di otopsi. Perempuan yang berprofesi sebagai pengemis ini langsung dimakamkan.

Kapolsek Prajuritkulon, Kompol Hadi Suryo mengatakan, korban merupakan warga 55), warga Lingkungan Cakarayam Baru RT 7 RW 3, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. “Sehari-hari berprofesi sebagai pengemis,” ungkapnya, Selasa (2/7/2019).

Masih kata Kapolsek, korban merupakan janda dengan dua anak, Eko Mariadi (25) dan Sugeng Prayitno (24). Kedua anaknya juga mengais rezeki dengan cara mengamen. Keluarga ini tinggal di kawasan eks lokalisasi Balongcangkring (BC).

“Kedua anaknya telah mengidentifikasi mayat dan memastikan korban adalah Kasih, ibu mereka. Korban meninggalkan rumah tanpa pamit pada, siang hari sekitar pukul 11.00 WIB. Sekitar 5 jam kemudian ditemukan tewas mengapung di Sungai Prajuritkulon,” katanya.

Dari keterangan anak korban, selain beban ekonomi karena penyandang masalah sosial, korban juga terbebani anak-anaknya yang susah diatur. Dari hasil visum luar mayat korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Luka lecet pada punggung kiri korban diperkirakan akibat terbentur jembatan rel KA saat korban tercebur ke Sungai Prajuritkulon.

“Segala kemungkinan itu ada, tapi kalau akibat penganiayaan, sangat kecil kemungkinannya. Perkiraan kami korban terperosok saat berjalan di jembatan atau bisa juga korban sengaja bunuh diri dengan terjun ke sungai. Kedua anak korban menolak jenazah ibunya diautopsi,” ujarnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar