Peristiwa

Massa Tuntut Sukmawati Dihukum dan Diadili

Pamekasan (beritajatim.com) – Ratusan masyarakat bersama sejumlah tokoh agama berunjukrasa ke Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107, Jumat (22/11/2019). Mereka menuntut pernyataan kontroversi Sukmawati Soekarno Putri yang dianggap menistakan agama.

Aksi tersebut mereka lakukan dengan cara berjalan kaki dari alun-alun kota Pamekasan, yakni area Arek Lancor menuju Gedung Wakil Rakyat. Selama aksi long march, mereka membentangkan sejumlah poster bergambar Sukmawati ataupun tulisan kecaman.

Tidak hanya itu, massa juga mengajak para wakil rakyat untuk bersama sekaligus memberikan dukungan agar pemerintah bersikap tegas terhadap ‘ulah’ salah satu putri Soekarno. “Apa yang diucapkan Sukmawati itu bukan main-main dan patut mendapat hukuman,” kata salah satu koordinator aksi, KH Ali Karrar Sinhaji.

“Membandingkan kemuliaan Nabi Muhammad dengan Soekarno sudah termasuk dosa besar, sebab kedudukan Nabi Muhammad itu melindungi manusia sejak Nabi Adam hingga akhir zaman. Bahkan sampai kiamat, kita semua akan berlindung di bawah rahmat dan syafaat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menegaskan tidak menerima terhadap pernyataan Sukmawati terhadap sosok mulia sang Rasul pilihan. “Kita semua berjuang membeka kemuliaan Nabi Muhammad dari pagi, siang, sore hingga malam kami mengagungkan Nabi. Tiba-tiba ada wanita yang menghina Nabi, kami tidak terima,” tegasnya.

Hal tersebut juga mendapat dukungan dari para anggota wakil rakyat di Bumi Gerbang Salam, bahkan Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman juga memberikan dukungan penuh, termasuk meminta Kapolri agar segera ditangkap di diadili sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami secara pribadi maupun kelembagaan, mendukung penuh terhadap tuntutan dan aspirasi dari massa aksi. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab kami sebagai orang orang Islam sudah semestinya memuliakan Nabi kita, apalagi jika dibandingkan dengan orang biasa itu salah besar,” jelasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar