Peristiwa

Massa Aksi Nilai ‘Pamekasan Gagal Hebat’

Sejumlah massa berunjukrasa di depan Kantor Pemkab Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah warga yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (Alpart) berunjukrasa di depan Gedung Pemkab Pamekasan, Jl Kabupaten 107, Rabu (14/8/2019). Mereka menyampaikan kekecewaan terhadap beberapa kebijakan pemkab yang dinilai tebang pilih.

Dari kekecewaan tersebut, massa juga meberikan hadiah poster bertulis ‘Pamekasan Gagal Hebat’ yang dilengkapi dengan pakaian dalam. Bahkan mereka juga menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan pemerintah yang menemui peserta aksi.

Kekecewaan tersebut bermula akibat pemkab dinilai kurang tegas menertibkan sejumlah toko dan cafe, serta bangunan yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Sampai saat ini pemkab tidak tegas menyisir pelaku usaha yang tidak mengantongi izin,” kata Korlap Aksi, Hasan Basri.

“Sejauh ini banyak cafe, pertokoan serta pembangunan yang dibiarkan berdiri tanpa izin. Sehingga hal itu tidak memberikan dampak maupun kontribusi tergarap PAD (Pendapatan Asli Daerah), sayang pemerintah tidak tegas dan hanya hebat di medsos (media sosial),” ungkapnya.

Dari itu pihaknya meminta pemkab Pamekasan, segera bertindak tegas terhadap para pengusaha yang lalai menjalankan kewajiban. “Kalau hal ini dibiarkan, kami tidak akan tinggal diam dan akan menggugat secara perdata,” tegasnya.

“Kemarin kita sudah sepakat bersama Satpol-PP dan sudah ada perjanjian untuk mengurus izin para pengusaha yang belum memiliki izin dan siap disegel. Selanjutnya kami akan buat kesepakatan dengan bupati, sebab kalau dengan dinas kami sudah tidak butuh,” jelasnya.

Sementara Plt Satpol-PP Pamekasan, Kusairi merespon dengan janji untuk menyampaikan kepada bupati Pamekasan. Sekaligus berkomitmen mengawasi dan menyegel lokasi usaha yang tidak berizin. “Kami berjanji akan menyampaikan aspirasi peserta aksi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, selama ini pemkab Pamekasan melalui Bupati Badrut Tamam selalu mempromosikan Bumi Gerbang Salam melalui jargon ‘Pamekasan Hebat’, Bhejre, Rajjhe tor Parjhuge. Bahkan hal tersebut juga dijadikan sebagai branding di berbagai sarana pemerintah. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar