Peristiwa

Lima Nelayan Hilang Ditemukan Terdampar di Situbondo

Tim SAR melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang

Sumenep (beritajatim.com) – Lima nelayan asal Sumenep yang dikabarkan hilang akhirnya ditemukan selamat. Mereka terdampar di Perairan Situbondo.

“Kami mendapat informasi dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Alhamdulillah, lima nelayan yang sempat hilang kontak itu ternyata selamat,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riyadi, Sabtu (02/02/2019).

Kelima nelayan yang ditemukan selamat itu masing-masing bernama Sa’a (49), Muhlis (25), Matra’ie (55), dan Niatun (48). Keempatnya warga Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek. Sedangkan satu orang lagi bernama Sahnari (40), merupakan warga Desa Candi, Kecamatan Dungkek.

“Salah satu dari nelayan itu, yakni Mukhlis, menghubungi keluarganya, menyampaikan bahwa dirinya bersama empat nelayan lainnya selamat. Saat ini mereka berada di Pelabuhan Carron, Situbondo,” terangnya.

Rahman menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, perahu yang ditumpangi lima nelayan itu mengalami ‘trouble’ mesin. Akibatnya kapal terombang-ambing dan terseret arus. “Mereka sempat terbawa arus ke perairan sekitar Bali. Hingga kemudian mereka sampai di Perairan Situbondo,” ujarnya.

Sebelumnya, kelima nelayan itu berangkat melaut dari Pelabuhan Dungkek pada tanggal 14 Desember 2018, menggunakan perahu kecil di bawah 5 GT (Gross Town). Mereka mencari ikan menuju pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken.

Pada Selasa (29/02/2019), salah satu nelayan itu menghubungi istrinya, menyampaikan bahwa sudah dalam perjalanan pulang. Saat itu lokasi perahunya berada di timur Pulau Kangean. Namun setelah itu, para nelayan sudah tidak bisa dihubungi. Padahal semestinya, Rabu malam sudah tiba di Dungkek.

“Kami sudah memastikan ke pihak Desa Romben Barat tentang kabar 5 nelayan yang selamat itu. Kemudian kami melanjutkan kabar itu ke tim Basarnas yang juga melakukan pencarian menggunakan kapal Widura 225 sejak kemarin,” terangnya. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar