Peristiwa

Lelaki Tua Hidup Sendirian, Meninggal, Surat Wasiat Ditempel di Pintu

Tuban (beritajatim.com) – Seorang pria tua yang tinggal seorang diri di rumah model lawas tepatnya di pinggir jalan Pemuda No 5, Kelurahan Kutorejo, Kota Tuban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa, Selasa (11/6/2019). Jenazah ditemukan di atas tempat tidurnya.

Pria usia lanjut itu diketahui bernama Lutfi (80), yang hanya hidup sebatang kara selama sekitar satu tahun terakhir ini. Sebelum ditemukan tewas itu, Lutfi telah meninggalkan tulisan wasiat yang ditempelkan di pintu ruangan tempat ia tinggal.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com di lokasi, mayat Lutfi pertama kali diketahui oleh seorang warga yang akan mengantar makanan ke rumah tua tersebut. Saat itu saksi yang mengantarkan makanan itu, dia kaget lantaran mengetahui Lutfi sudah tidak bergerak.

“Awal mula ditemukan saat ada warga yang mengantarkan makan untuk yang bersangkutan ini. Dia sebenarnya punya keluarga, tapi memilih untuk tinggal sendirian,” terang IPTU Ciput Abidin, Waka Polsek Kota Tuban saat berada di TKP.

Mengetahui bahwa pria yang sudah usia lanjut itu tak bernyawa, warga melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Petugas melakukan identifikasi dan melakukan olah TKP di dalam kamar rumah yang terbilang sudah tua tersebut.

Ketika melakukan olah TKP dan melakukan indentifikasi jenazah Lutfi, petugas menemukan selembar kertas dengan tulisan tangan yang diduga sebagai wasiat darinya. Dalam tulisan tangan yang ditempelkan itu, terdapat tulisan nomor telepon yang diakui sebagai famili korban supaya untuk dihubungi.

“Tadi pihak perwakilan pihak keluarga sudah kita hubungi dan datang di lokasi. Saat ini jenazah langsung kita evakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Tuban,” paparnya.

Sementara itu, Masduki yang merupakan salah satu famili dari Lutfi yang ditemukan tewas di dalam rumah itu menyatakan bahwa yang bersangkutan baru sekitar satu tahun tinggal di Tuban. Sebelumnya ia tinggal di Surabaya serta mempunyai istri dan anak yang kemudian tidak diketahui keberadaannya.

“Dulu punya istri dan anak juga di Surabaya, tapi sekarang tidak tahu dimana keberadaannya. Memang dulu aslinya dari sini, dan kalau tinggal di sini lagi ya baru sekitar satu tahun,” ungkap Masduki, famili korban saat berada di lokasi kejadian. [mut/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar