Peristiwa

KPK Panggil Menteri Perdagangan 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah
Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto. Politikus Partai Nasdem itu rencananya diperiksa dalam penyidikan dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia.
“Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto diperiksa sebagai saksi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (2/6/2019).
Febri belum menjelaskan perihal materi pemeriksaan Menteri Enggar. Dia hanya menyebut, Enggar diperiksa sebagai saksi bagi salah satu tersangka. “Diperiksa untuk tersangka IND (Indung, swasta, red),” ujar Febri singkat.
Sebelumnya, KPK mengaku telah menyita sejumlah dokumen dalam penggeledahan terhadap ruang kerja Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di kantor Kementeriam Perdagangan.
“Sejauh ini diamankan dokumen trkait perdagangan gula,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (29/4/2019) lalu.
Dia menambahkan, KPK perlu melakukan penggeledahan untuk menindaklanjuti bebarapa fakta yang muncul selama proses penyidikan perkara TPK dugaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dengan tersangka lainnya yakni Bowo Sidik Pangarso, Anggota DPR-RI.
“Bukti-bukti yang relevan seperti dokumen-dokumen terkait di sana perlu kami cermati. Ini bagian dari proses verifikasi atas beberapa informasi yang berkembang di penyidikan,” ujar Febri tanpa menjelaskan informasi apa yang dimaksud.
Seperti diketahui, kasus ini berawal saat KPK melakukan serangkaian operasi tangkap tangan Rabu (27/3/2019) hingga Kamis (28/3/2019). Dalam tangkap tangan ini, KPK mengamankan 8 orang di Jakarta, yaitu: BSP, (Bowo Sldlk Pangarso) Anggota DPR 2014-2019, AWI (Asty Winasti) Marketing Manager PT Humpuss Transportas: Kimia, SLO (Selo), Head Legal PT Humpuss Transportasi Kimia, IND, (Indung), swasta, PT. INERSIA, MNT (Manto), Bagian Keuangan PT. INERSIA, SD (Siesa Darubinta) swasta, dan dua orang sopir.
Selain 8 orang tersebut, berdasarkan permintaan KPK dua orang datang ke kantor KPK untuk proses klarifikasi lebih lanjut AHS (Ahmadi Hasan), Direktur Utama PT Pupuk IndoneSia Logistik dan AHT (Achmad Tossin) Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia.
Kemudian KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan tiga orang tersangka, yaitu: diduga sebagai penerima suap yakni BSP (Bowo Sldlk Pangarso) anggota DPR 2014 2019 dan IND, (Indung), swasta. Adapun diduga sebagai Pemberi ASW, (Asty Winasti) Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia.
Asty diduga memberi Bowo duit Rp 1,5 miliar lewat 6 kali pemberian serta Rp 89,4 juta yang diberikan Asty kepada Bowo lewat Indung saat operasi tangkap tangan terjadi. Suap itu diduga agar Bowo membantu PT HTK dalam proses perjanjian dengan PT Pupuk Indonesia Logistik.
Selain suap, KPK juga menduga Bowo menerina gratifikasi Rp 6,5 miliar dari pihak lain sehingga total penerimaan Bowo berjumlah Rp 8 miliar. Total Rp 8 miliar itu kemudian disita dalam 400 ribu amplop di dalam puluhan kardus. Menurut KPK, duit itu diduga hendak digunakan sebagai serangan fajar untuk Pemilu 2019.(hen/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar