Peristiwa

KM Arim Jaya Diduga Kelebihan Muatan

Sumenep (beritajatim.com) – KM Arim Jaya yang tenggelam di Perairan Sumenep diduga kelebihan muatan. Perahu kayu itu memuat 61 penumpang.

“Memang ada dugaan itu, tapi kami belum berani menyimpulkan, karena sekarang ini masih tahap pengumpulan bahan keterangan,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin, Rabu (19/06/2019).

Pada Senin (17/06/2019) terjadi kecelakaan laut KM Arim Jaya di Perairan antara Sapudi-Giliyang, Kabupaten Sumenep. Kecelakaan itu diduga akibat cuaca buruk.

Perahu berangkat dari Pulau Gowa-gowa, Kecamatan Raas, akan menuju Sumenep. Ternyata setiba di Perairan antara Sepudi – Giliyang, perahu dihantam ombak besar hingga terbalik dan tenggelam.

Perahu tersebut memuat 61 penumpang. 19 diantaranya meninggal, 3 hilang, dan 39 selamat.

“Kami pasti melakukan penyelidikan terhadap musibah tenggelamnya perahu itu. Termasuk ‘safety’ nya ke penumpang seperti apa, ada pelampung apa tidak,” ujar Muslimin.

Ia mengakui, beberapa perahu rakyat memang kurang memenuhi unsur ‘safety’ untuk penumpang. Selain minimnya pelampung, kapasitas maksimal penumpang kerap diabaikan.

“Kalau ditanya, pengakuan nahkoda dan ABK selalu sama. Mereka bilang, gak enak kalau mau menolak orang yang mau menumpang perahu. Apalagi sebagian besar memang warga sekitar mereka,” terangnya.

Seluruh penumpang KM Arim Jaya yang telah diketemukan, jam 02.00 dini hari tadi dipulangkan ke Pulau Gowa-gowa, Kecamatan Raas melalui pelabuhan Dungkek. Untuk korban meninggal dimasukkan ke dalam peti jenazah dan diangkut ambulans dari Rumah Sakit Daerah dr H. Moh. Anwar Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek.

Pulau Gowa-gowa merupakan salah satu pulau kecil yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Pulau/ Kecamatan Raas. Dalam kondisi cuaca normal, diperlukan waktu tempuh setidaknya 7 jam perjalanan laut untuk sampai ke Pulau Gowa-gowa. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar