Peristiwa

Khawatir Gempa Susulan, Warga Raas Tidur di Halaman Rumah

Sumenep (beritajatim.com) – Sebagian warga Pulau/ Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, memilih tidur di luar rumah, pasca terjadinya gempa selama dua hari berturut-turut, pada tanggal 2-3 April 2019.

“Beberapa warga disini masih trauma dengan gempa. Kemarin sudah terjadi gempa, ditambah sore tadi juga kembali terjadi gempa. Warga khawatir ada gempa susulan. Karena itu, mereka memilih tidur di luar rumah,” kata salah satu warga Raas, Suryadi, Rabu (03/04/2019).

Berdasarkan rilis BMKG, gempa bumi yang mengguncang Sumenep pada Selasa (02/04/2019) berkekuatan. Magnitudo 5,0, yang kemudian dimutakhirkan menjadi Magnitudo 4,9. Episenter gempabumi di laut jarak 83 km arah tenggara Sumenep, dengan kedalaman 5 km.

Gempa serupa kembali terjadi pada Rabu (03/04/2019) jam 15.32. Gempa tektonik ini berkekuatan 4,5 magnitudo. Episenter gempa di darat atau berjarak 81 km tenggara Sumenep pada kedalaman 10 km. Gempa yang getarannya dirasakan oleh warga Pulau Raas ini tidak berpotensi tsunami.

“Warga merasa lebih aman tidur di luar rumah dengan beratap tenda, karena khawatir ada gempa susulan yang merobohkan bangunan. Selain itu, rumah beberapa warga memang rusak, sehingga tidak bisa ditempati,” ujar Suryadi.

Warga tidur di luar rumah

Di Desa Kropoh Kecamatan Raas, sedikitnya ada tujuh rumah warga yang rusak berat akibat gempai. Diantaranya milik Muhni (60), B. Nisa (50), Watik (35), Muhayaran (55), Surawi (34), dan Mariyam (50). Sebagian besar mengalami kerusakan parah pada tembok dan atap rumah. Selain itu, yang juga mengalamai kerusakan berat adalah Mushalla Al Falah di Dusun/ Desa Kropoh.

Selain kerusakan bangunan, gempa bumi di Sumenep juga menyebabkan salah satu siswa SMA Al Fanisa, yakni Faisal (sebelumnya disebut Imron: red), Desa Brakas, mengalami luka pada kaki akibat kejatuhan keramik yang lepas dari tembok. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar