Peristiwa

Musyda XVII

Ketua PWPM Jatim Beberkan 5 Khittah Perjuangan Pemuda Muhammadiyah

Bupati Hj Mundjidah Wahab memukul kentongan sebagai tanda dimulainya Musyda XVII Pemuda Muhammadiyah Jombang, Minggu (15/9/2019). [Foto: Yusuf Wibisono/beritajatim]

Jombang (beritajatim.com) – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim Dikky Syadqomullah membeberkan secara panjang lebar tentang lima dimensi khittah perjuangan Pemuda Muhammadiyah. Pertama adalah dimensi religi atau keagamaan.

“Jadi Pemuda Muhammadiyah itu harus berwawasan keagamaan. Karen hal itu menjadi salah satu dalam dimensi khittah perjuangan,” kata Dikky saat memberikan sambutan pembukaan Musyawarah Daerah XVII (Musyda) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Jombang di Hotel Yusro, Minggu (15/9/2019) sore.

Kedua adalah dimensi sosial. Menurut Dikky, kader Pemuda Muhammadiyah harus memiliki kepedulian sosail yang tinggi. Sedangkan ketiga, dimensi ekonomi. Dikky berpandangan, kader Pemuda Muhammadiyah juga harus memiliki lompatan ekonomi. Sehingga mereka bisa mewujudkan kemandirian ekonomi bersama-sama dengan menggerakkan potensi yang ada.

“Ke-empat adalah dimensi politik. Makanya jangan kaget kalau Pemuda Muhammadiyah itu agak genit dengan politik. Dan terakhir adalah dimensi budaya. Kami berharap agar Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Jombang berinergi dengan Pemkab untuk membangun budaya,” kata Dikky di hadapan hadirin.

Soal budaya itu, Dikky menyampaikan keprihatinannya terkait sikap hedonis yang mulai menjangkiti generasi muda. Dia kemudian mencontohkan banyaknya generasi muda yang menghabiskan waktu di warung kopi hanya untuk menuntaskan game online.

Para peserta Musyda XVII Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Jombang di Hotel Yusro, Minggu (15/9/2019). [Foto: Yusuf Wibisono/beritajatim]
“Kalau di Singapura, ada lima anak muda nongkrong di kafe sembari membawa laptop sembari mendiskusikan sesuatu. Sehingga sepulang dari kafe membawa hasil. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah harus bersinergi dengan Pemkab untuk membangun budaya,” katanya menegaskan.

Selain dihadiri jajaran pengurus PWPM Jatim dan segenap peserta, Musyda XVII Pemuda Muhammadiyah Jombang juga dihadiri oleh Bupati Hj Mundjidah Wahab. Bahkan dalam acara tersebut, Bupati Jombang ini membuka secara resmi acara tersebut. Orang nomor satu di Jombang itu memukul kentongan sebagai tanda dimulainya Musyda.

Dalam sambutannya, bupati berharap Pemuda Muhammadiyah berperan aktif dalam penanggulangan narkoba di Jombang. Pasalnya, peredaran narkoba di Kota santri cukup tinggi. Betapa tidak, dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Kabupaten Jombang berada di peringkat lima.

“Penanggulangan narkoba merupakan tanggungjawab semua pihak, termasuk Muhammadiyah. Oleh sebab itu, kami berharap Pemuda Muhammadiyah ikut aktif dalam penanggulangan narkoba,” kata Mundjidah yang juga Ketua PC Muslimat NU Jombang ini. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar