Peristiwa

Kesurupan Massal, Puluhan Murid SMP 1 Perak Berteriak-teriak Tak Karuan

Jombang (beritajatim.com) – Ketenangan di SMP Negeri 1 Perak, Jombang, berubah gaduh. Puluhan murid sekolah tersebut berteriak-teriak tak karuan, Senin (18/11/2019). Ada juga murid yang berteriak hesteris. Dugaan sementara, para murid tersebut mengalami kesurupan massal.

Ironisnya, peristiwa tersebut berlangsung selama beberapa hari. Terhitung mulai Rabu (13/11/2019) hingga Senin (18/11/2019). Pihak sekolah sudah mendatangkan orang pintar untuk mengusir makhluk halus yang merasuki puluhan pelajar itu. Namun upaya tersebut bertepuk sebelah tangan.

“Mulai kesurupan Rabu kemarin. Bahkan pada Sabtu (16/11/2019), kami terpaksa meliburkan murid-murid. Karena pada hari itu masih ada saha siswa yang kesurupan. Hari ini juga masih terjadi. Jumlahnya sekitar 15 anak,” kata Kepala SMP Negeri 1 Perak, Kiswari.

Kiswari menceritakan, awalnya ada siswa yang tiba-tiba berteriak-teriak histeris. Kemudian, sekitar tujuh murid lainnya mengalami hal serupa. Takut terjadi sesuatu, pihak sekolah akhirnya memulangkan murid-murid tersebut. Pihak sekolah sendiri tidak tahu apa yang memicu kesurupan massal itu. “Ini kejadian pertama di SMP Negeri 1 Perak. Sebelumnya belum pernah terjadi,” katanya menambahkan.

“Kami sudah berupaya menanggulangi kejadian ini dengan mendatangkan orang pintar. Kami juga sudah melaporkan kejadian itu ke polisi,” kata Kiswari ketika ditemui di sekolahnya.

Kapolsek Perak AKP Untung Sugiarto membenarkan adanya peristiwa itu. Bahkan, pihaknya sudah mendatangi sekolah yang berada di Desa kalangsemanding, Kecamatan Perak itu. Menurut Untung, jumlah pelajar yang mengalami kesurupan pada Senin pagi sebanyak 15 anak.

Mereka kemudian dikumpulkan di aula sekolah. Selanjutnya, pihak sekolah mendatangkan orang pintar guna menyadarkan para pelajar tersebut. “Sementara sudah bisa diatasi. Murid-murid yang kesurupan itu kemudian dipulangkan lebih awal. Mereka dijemput orang tuanya masing-masing,” ungkap Untung. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar