Peristiwa

Kesehatan Masih Jadi Faktor Penting Bagi Calon Jemaah Haji

Jember (beritajatim.com) – Kesehatan menjadi faktor penting calon jemaah haji sebelum berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci. Sebab jika tidak lulus dalam tes kesehatan sesuai peraturan Menteri Kesehatan nomor 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, maka calon jemaah haji tidak bisa melunasi biaya haji sehingga dipastikan gagal berangkat.

“Kesehatan jemaah ada peraturannya dari menteri kesehatan, kalau ndak salah nomor 15 tahun 2016, di mana pemeriksaan kesehatan jemaah itu menentukan bisa tidaknya jemaah melakukan pelunasan biaya haji,” jelas Ahmad Tholabi (50), Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Agama Jember, Kamis (04/07/2019).

Walaupun begitu, banyak calon jemaah haji yang kurang peduli dan menganggap bahwa urusan haji adalah urusan Menteri Agama. Jika ada yang bermasalah dengan jemaah haji, maka mereka akan melapor ke kantor kementrian tersebut. Namun faktanya, pelayanan haji merupakan pelayanan yang bersifat kolektif dan menuntut keikut-sertaan dari kementerian lain.

“Pelayanan haji sifatnya kolektif, jadi melibatkan banyak kementrian, meskipun masyarakat kita ndak mau tau tentang itu, pokoke urusan haji mesti kementrian agama, sehingga kalau ada sulitnya ngurusi haji berarti yang tanggung jawab kementrian Agama, contohnya orang sebelum melunasi biaya haji harus periksa kesehatan lalu dipungut biaya dari puskesmas, mengadunya ke Kemenag,” bebernya. (ihs/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar