Peristiwa

Kementerian LHK: Sosialiasi Pembangunan Pabrik PPSLI B3 ke Masyarakat Penting

Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai, sosialisasi pembangunan pabrik Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Industri B3 (PPSLI) di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ke masyarakat cukup penting.

“Selain melakukan pengkajian, mensosialisasikan terkait pembangunan PPSLI kepada warga juga penting. Minimal, warga tahu akan adanya kegiatan pengolahan sampah dan limbah di lingkungannya,” ungkap, Direktur Pemulihan Lahan Kontaminasi Limbah B3, Kementrian LHK, Haruki Agustina, Minggu (10/2/2019).

Masih kata Haruki, konteks dalam pengolahan sampah dan limbah, sosiliasai dan keterlibatan masyarakat dinilai cukup penting. Sehingga masyarakat tahu serta paham apa yang dikerjakan dan dapat mereduce atau mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah.

“Yakni dampak sosial yang ada. Pembangunan PPSLI B3 juga harus mengantongi izin dan izin-izin tersebut memiliki standar masing-masing. Seperti membuat tembako uji tekananmya itu akan dianalisis itu akan dikontrol. Di sinalah masyarakat bisa terlibat dalam hal pengawasan bersama,” katanya.

Masyarakat, tegas Haruki, berhak tahu agar bisa melihat dan mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Sesuai kajian, lanjut Haruki, pihak Pemprov Jawa Timur mengajukan proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ke KLHK RI. Setelah AMDAL selesai barulah mengajukan perizinan.

“Jika belum mengantongi izin tidak boleh mengolah limbah, karena di Undang-Undang DPP sudah jelas. Meskipun menyangkut infrastruktur tapi perizinan harus diawal,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar