Peristiwa

Kemenag Wacanakan Pelunasan BPIH Non Teller

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali

Mojokerto (beritajatim.com) – Musim haji tahun ini, Kementrian Agama (Kemenag) RI berencana menggulirkan inovasi pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) melalui non teller yakni melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), internet banking dan mobile banking.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali mengatakan, sistem pembayaran baru ini memang sempat mencuat di tingkat Kemenag pusat. “Nantinya, pelunasan BPIH non-teller ini, CJH bisa melakukan pembayaran tanpa melalui bank,” ungkapnya, Sabtu (9/3/2019).

Proses validasinya bisa lewat ATM atau mobile banking. Namun kebijakan ini masih menunggu petunjuk teknis secara resmi dari Kemenag pusat. Pasalnya, sesuai standar operasional prosesdur (SOP) pembuatan visa, CJH harus melampirkan paspor beserta bukti pelunasan BPIH dari bank penerima setoran (BPS).

“Meski pelunasannya nanti bisa melalui non teller, namun CJH tetap harus mendatangi bank untuk mencetak bukti fisik pelunasan. Karena untuk pengurusan visa, tetap harus ada print out BPIH. Selain rencana kebijakan pelunasan BPIH melalui non teller, juga dimungkinkan pelunasan bisa diwakilkan,” katanya.

Baik oleh orang tua, anak, maupun keluarganya. Sehingga Calon Jamaah Haji (CJH) yang memiliki keterbatasan jarak atau akses ke Bank Penerima Setoran (BPS) bisa diwakilkan. Tujuan yakni untuk memudahkan CJH melakukan pelunasan BPIH. Namun kebijakan tersebut masih menunggu juknis dari Kemenag pusat.

“Jika memang sudah diberlakukan setelah itu akan disosialisasikan kepada CJH. Untuk kuota CJH Kabupaten Mojokerto tahun ini, ada sebanyak 2.142 orang. CJH yang akan melunasi BPIH harus sudah melakukan vaksinasi dan periksa kesehatan. Kalau belum ke puskesmas, pasti akan ditolak,” pungkasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar