Peristiwa

Kemenag Jatim Bantah Kecolongan Pengiriman Rokok ke Medinah Oleh CJH

Kepala Bidang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh (PHU), Kemenag Jatim, Jamal

Surabaya (beritajatim.com) – Meski dua kali Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Medinah menyita ribuan bungkus rokok bawaan CJH (calon jemaah haji) musim 2019, namun PPIH Surabaya membantah kecolongan pemeriksaan rokok dan obat kuat yang disita tersebut.

Kepala Bidang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Jatim, Jamal menjelaskan, pemeriksaan bawaan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya (AHES) udah sesuai prosedur. Gak ada (kecolongan), karena calon haji dititipin (rokok dan obat kuat) dari sana (Medinah),” jelas Jamal kepada beritaJatim.com, di AHES, Minggu (14/7/2019).

Jamal juga menepis bahwa ada keterlibatan orang dalam yang memasukkan rokok ke tas CJH. “Gak ada penyelipan (rokok dan obat kuat) dari sini (AHES). Apa lagi orang dalam terlibat meloloskan, itu gak ada,” elaknya.

Sementara, menurut data yang dihimpun beritajatim.com di website Kemenag RI selama penyelenggaraan haji 2019 ini, tercatat adanya penyitaan rokok yang jumlahnya melebihi batas bawaan. Padahal, PPIH Surabaya mengeklaim sudah memeriksa semua barang bawaan dan menyita barang yang dilarang. Terutama obat kuat, suplemen, dan rokok.

Pemeriksaan barang bawaan usai keluar dari mesin X-Ray di AHES sendiri juga dilakukan bersama petugas terkait. Seperti TNI, Polri, PT Angkasa Pura, Petugas Bea dan Cukai dan petugas PPIH Surabaya. Hanya saja, meski mengelak tak ada penyelundupan pengiriman barang yang diduga akan diperjualbelikan di Tanah Suci itu. [man/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar