Peristiwa

‘Keluar’ Tahanan, Penghina Risma Langsung Gendong Sang Anak

Surabaya (beritajatim.com) – Mengenakan baju biru bergaris putih dan hijab coklat, Zikria (46), pelaku ujaran kebencian terhadap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, keluar tahanan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (17/2/2020). Keluarnya Zikria, dikarenakan polisi mengabulkan pengajuan penangguhan.

Gelar perkara yang dilakukan pada minggu kemarin di Mapolda Jatim, mendapat kesepakatan bahwa ibu tiga anak ini memperoleh penangguhan penahanan. Zikria pun keluar dari Rutan Polrestabes Surabaya sekitar pukul 13.00 WIB didampingi suami dan kuasa hukumnya.

Kepada jurnalis, ibu tiga anak ini mengaku sangat berterima kasih kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atas pencabutan laporannya. Meski kepolisian masih menjalankan kasusnya, istri Daru Asmara (52), juga berterima kasih ke Kapolrestabes Surabaya serta penyidik yang mengkabulkan permohanan penangguhannya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibunda Risma yang telah mencabut laporannya, juga kepada penyidik Polrestabes Surabaya atas penangguhan ini. Terima kasih banyak kepada bapak polisi yang telah memperlakukan saya dengan sangat baik, dari proses penangkapan, pemeriksaan hingga proses penangguhan,” ucap Zikria.

Pemilik akun Zikria Dzatil ini mengungkapkan, selama proses hukum yang dialaminya, dirinya mengaku telah diperlakukan dengan sangat baik. Menurutnya, ia akan menjaga tindak tutur dan anak ketiganya yang masih membutuhkan ASInya. Zikria juga mengaku kapok atas perilakunya dan berjanji akan lebih bijak menggunakan media sosial. Meski mendapat penangguhan penahanan, penyidik mewajibkan Zikria untuk melakukan wajib lapor.

“Saya berharap ini menjadi pelajaran yang pertama dan yang terakhir, saya sangat kapok dan semoga masyarakat dapat mengambil pelajaran atas tindakan tidak terpuji seperti yang saya lakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menjelaskan, pihaknya dalam mencari keputusan penangguhan membutuhkan banyak faktor. Diantaranya faktor penanggungjawab atau jaminan, efek besar terhadap masyarakat dan juga keputusan bersama antara kepolisian, korban dan pihak pelaku. “Penangguhan ini membutuhkan waktu dan keputusan yang tepat. Karena tak semua penangguhan bisa diberikan. Yang pasti kita akan mempertimbangan secara matang,” tegasnya. (man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar