Peristiwa

Kekeringan, Polantas Gresik Bantu Dropping Air Bersih ke Warga

Gresik (beritajatim.com) – Dampak kekeringan yang melanda beberapa desa di Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, membuat warga setempat kesulitan memperoleh air bersih. Untuk meringankan warga yang terdampak kekeringan, Polisi lalu lintas (Polantas) Gresik, membantu melakukan dropping air bersih di tiga desa.

Ketiga desa yang mendapat dropping air bersih diantaranya, Desa Kramat, Kawistowindu dan Panjunan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.

Kanit Regident Iptu Bachtiar didampingi Kanit Patroli Satlantas Polres Gresik, Ipda Suryono mengatakan, dropping air bersih untuk membantu warga yang daerahnya terdampak kekeringan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat menjelang peringatan HUT Satlantas ke 64 yang jatuh pada 22 September.

“Ada 6 hingga 8 truk tanki yang berisi air bersih langsung kami dropping ke tiga desa yang terdampak kekeringan,” ujarnya, Kamis (12/09/2019).

Bachtiar menambahkan, alasan pihaknya memilih tiga desa di Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Pasalnya, desa tersebut berdasarkan survei serta laporan yang masuk di Polsek Duduksampeyan memang kekurangan air bersih. Hal ini juga diperkuat banyaknya sumber air yang tidak ada airnya akibat kemarau panjang.

Sementara itu, salah satu warga Desa Kramat, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Iin Safitri (27) mengatakan, selama warga di desanya hanya mengandalkan air tadah hujan. Namun, dampak kekeringan yang selama tiga bulan ini. Warga Desa Kramat terpaksa harus membeli air bersih yang menggunakan gerobak.

“Satu gerobak air membelinya cukup mahal bisa mencapai Rp 200 ribu. Itupun hanya cukup selama dua minggu saja,” ungkapnya.

Hal yang sama dialami oleh Uliyah (50) warga Desa Kawistowindu, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Menurutnya, di desanya sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan air bersih tersebut biasanya dipakai warga buat mandi serta mencuci. Sedangkan untuk minum warga membeli air isi ulang,” pungkasnya. (dny/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar