Peristiwa

Kekeringan di Sampang Tiap Tahun Semakin Meluas

Sampang (beritajatim.com) – Sebanyak 64 Desa yang tersebar di sembilan Kecamatan, se Kabupaten Sampang, berpotensi mengalami kekeringan kritis selama musim kemarau 2019.

“Jumlah desa yang mengalami kekeringan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yakni 42 desa,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Moh. Anang Djoenaedi, Rabu (3/7/2019).

Lanjut Anang, berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMG) Surabaya, pihaknya menyampaikan, musim kemarau di wilayah Sampang terjadi sejak Juni 2019.

Salah satu faktor kekeringan yang melanda beberapa desa itu, Anang mengaku lantaran penanganan yang dilakukan pemerintah daerah, seperti pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan embung di berbagai wilayah tidak maksimal.

“Selain itu, ketersediaan sumber dan mata air di wilayah terdampak kekeringan relatif minim,” lanjutnya.

Upaya antisipasi kekeringan terhadap warga terdampak agar tidak merasa kesulitan, instansinya siap bekerja sama dengan sejumlah relawan.
“Supaya dapat menyediakan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.[sar/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar