Peristiwa

Kejari Bangkalan Didemo Massa Tuntut Kasus JKN

Bangkalan (beritajatim.com) – Mandeknya dua kasus yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, yakni kasus dugaan rekayasa SPJ BOS dan dugaan penyelewengan dana kapitasi, memicu perwakilan pemuda setempat melakukan aksi demo di depan kantor Kejari untuk menuntut dua kasus tersebut dilanjutkan.

Imam Syafi’i Korlap aksi menuntut Kejari segera mengupdate perkembangan kasus tersebut. Pihaknya juga menyayangkan kasus dugaan rekayasa SPJ BOS dihentikan dari penyelidikan dengan dalih kurangnya alat bukti.

“Kami juga melakukan kroscek, dari kroscek tersebut kami dapat temuan rekayasa sebesar Rp 127 juta dari dugaan rekayasa dana BOS tersebut. Kami saja bisa mendapatkan bukti, kenapa Kejari mengatakan tidak cukup bukti,” teriak Imam saat orasi, Jum’at (24/1/2020).

Selain itu, kasus dugaan penyimpangan dana kapitasi massa juga meminta Kejari bekerja serius. Sebab hingga kini, tak ada perkembangan dalam kasus dana JKN tersebut.

“Kasus JKN juga redup tak ada gaungnya. Apa sudah ompong untuk memproses itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan, Emanuel Ahmad mengatakan hingga saat ini pihaknya tetap melanjutkan proses hukum kasus JKN. Sedangkan untuk Kasus rekayasa SPJ BOS pihaknya hanya menutup sementara karena belum mendapatkan cukup bukti.

Baca Juga:

    “Kami tidak serta merta menutup kasus BOS. Sudah kami lakukan penyidikan bahkan penyidik langsung kroscek ke penerbit di Jakarta dan Surabaya tapi memang tidak menemukan bukti adanya rekayasa,” terangnya.

    Tak hanya itu, Kajari juga mengatakan kasus ini tak berkaitan dengan Dinas Pendidikan. Sebab, penyaluran dana BOS langsung ke rekening sekolah dan dikelola oleh pihak sekolah.

    “Gak ada namanya kami main mata dengan pihak manapun. Kami memproses semua kasus dengan bukti yang ada. Kasus seperti ini kan berlaku 20 tahun, jadi kalau dikemudian hari kami temukan bukti baru maka sangat bisa diusut kembali,” pungkasnya.[sar/ted] 

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar